Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mistis! ada Keris Pusaka Muncul di Pura Wayah Dalem Majapahit, Ada Batu Krakah Modre

I Putu Mardika • Rabu, 3 Juli 2024 | 12:32 WIB

Krakah Modre yang berupa bebatuan di Pelinggih Pura Wayah Dalem Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali
Krakah Modre yang berupa bebatuan di Pelinggih Pura Wayah Dalem Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali
BALIEXPRESS.ID-Struktur Pura Wayah Dalem Majapahit di Desa Adat Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung terdiri dari tiga halaman, yakni nista mandala atau jaba sisi, madya mandala atau jaba tengah, dan utama mandala atau jeroan.

Bangunan yang terdapat pada nista mandala yakni, Bale Pesandekan, Sekapat, Toilet.

Bangunan yang terdapat pada madya mandala terdapat Bale Gong, Pengapit Lawang, Sedangkan di utama mandala merupakan halaman yang paling banyak terdapat bangunan, yakni Penglurah, Sapta Petala, Pelinggih Siwa Budha, Meru, Padmasana.

Ada juga pelinggih Gedong Sari, Taksu, Piasan, Pengaruman, dan terdapat dua Pelebahan yaitu Pelebahan Utara : Linggih Budha dan Dewi Kwam Im dan Pelebahan Selatan, Pesimpangan Ratu Gede.

Pemangku Pura Wayah  Dalem Majapahit Jro Mangku Ketut Sudiarta menyebutkan ada empat persembahyangan dilaksanakan di pura. Pertama Dalem Segara, Gedong Siwa Budha linggih Siwa Budha Ibu Dewi Kwan Im sebagai Dewa Langit.

Baca Juga: Berawal dari Bebaturan, Ada Arca Mahapatih Gajah Mada di Pura Dalem Majapahit Nusa Lembongan

Selanjutnya di pelinggih Ratu Niang Lingsir dan Ratu Gede Lingsir, Ratu Ayu. Selanjutnya Payogan Pura Wayah Dalem Majapahit, di Padma, linggih Ida Hyang Pasupati, Ida Bhatara Sakti, Patih Gajahmada dan senjatanya.

Kemudian yang terakhir adalah bersembahyang di Pura Wayah Dalem Mahapahit.

Pujawali di Pura ini bertepatan dengan tilem kelima, dan nyejer 3 hari. Saat pujawali Ida Ratu Ayu napak pertiwi.

Dikatakan Mangku Sudiarta, ciri dari pura ini adalah keberadaan Bebaturan atau krakah modre yang sudah ada di setiap pelinggihnya. Inilah tanda beliau dan dianggap sebagai pura wayah (tua).

“Dulu disini ditandai dengan bebaturan yang berisi Krakah modre. Nah Krakah modre ini sudah ada di setiap pelinggih yang masih bebaturan dan menjadi asal mula dari Pura ini. Uniknya, dulu saat pemugaran, batunya pernh hulang tapi kembali lagi,” paparnya.

Selain krakah modre, ada juga kisah keunikan dari Pura Wayah Dalem Majapahit ini.

Saat pujawali telah muncul keris pusaka dari tanah yang diangkat oleh Ki Wiro dari Tengger Jawa Tengah dan disaksikan oleh ratusan pemedek.

Anehnya saat diambil pusaka itu, seketika hilang dan muncul di atas, lalu muncul di tanah,

“Akibatnya banyak umat yang kerauhan dan merebut keris itu. Kini, keris pusaka distanakan di Pura Wayah Dalem Majapahit,” ungkapnya.

Baca Juga: Memohon Keturunan, Pemedek bisa Nunas Wangsuhan Batu Mekocok di Pura Watu Klotok

Tak cukup disitu, bila ada orang yang mempunyai upacara tanpa menghaturkan sesajen di pura ini biasanya masakannya tidak pernah matang dan air yang dimasak tidak akan pernah medidih, serta bila ada orang yang melakukan Aci Sang Hyang yaitu Tarian sakral tanpa memohon restu dari pura ini biasanya tidak berjalan lancar.

“Karena pura ini adalah linggih Sang Hyang Pasupati serta Dewa Dewi yang lainnya. Pura ini juga dulunya tempat pemangku, balian dan dasaran memohon taksu,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#bali #nusa ceningan #hindu bali #hindu #pura #Krakah Modre #klungkung #nusa penida