Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Banyak Kisah Sembuh setelah Melukat di Petirtan Gumuk Kancil Banyuwangi, Ada yang Nangkil karena Pawisik

I Putu Mardika • Kamis, 11 Juli 2024 | 01:08 WIB

Petirtan Beji Gumuk Kancil, di Dusun Wonoasih, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang menjadi tempat melukat bagi umat Hindu di Banyuwangi
Petirtan Beji Gumuk Kancil, di Dusun Wonoasih, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang menjadi tempat melukat bagi umat Hindu di Banyuwangi
BALIEXPRESS.ID-Seperti pura pada umunya, beji Gumuk Kancil yang terletak di Dusun Wonoasih, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur juga memiliki tegak piodalan.

Petirtan yang menjadi petilasan Maha Rsi Markandeya ini memiliki tegak pidoalan saat Purnama Sasih Kenem.

Tepatnya saat Kajeng. Kadang pujawali diambil sebelum dan sesudah purnama, asalkan bertepatan saat kajeng.

Djelaskan Mangku Ageng, saat pujawali pemedek yang nangkil berasal dari berbagai wilayah di Banyuwangi.

Baca Juga: Pura Dalem Kerangkeng Nusa Penida, Jadi Tempat Menghukum Roh Berdosa

Utamanya yang berasal dari Kecamatan Glenmore. Tidak jarang juga umat Hindu yang nangkil berasal dari wilayah Bali dan Nusantara.

Pemedek yang nangkil bisa membawa sarana apa saja untuk dijadikan persembahan. Semua dipersembahkan dengan penuh keikhlasan.

Sedangkan yang muput adalah Sulinggih yang ada di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.

Sarana banten yang digunakan juga menyesuaikan dengan persembahan masyarakat di Jawa.

“Bentuknya saranananya juga pisang satu tangkep,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kisah cerita pemedek yang sembuh juga banyak tersiar dari berbagai wilayah.

Sebut saja dari warga Kecamatan Glenmore yang memiliki anak balita yang sulit berjalan. Sampai orang tuanya sempat putus asa melakukan pengobatan.

Baca Juga: Pemedek Wajib Tahu! Pura Puncak Mundi berada di Puncak Tertinggi Nusa Penida, Stana Ida Bhatara Lingsir

Kemudian setelah berkali kali nangkil, sang anak diajak melukat, lalu sembuh dan bisa berjalan kaki dengan normal.

Uniknya, ada juga kisah seorang hakim yang bertugas di Banyuwangi. Beliau saat memvonis kasus di Banyuwangi sering mengalami pori-pori keluar lumpur, dan sakit.

Tetapi setelah ada petunjuk nangkil dan berobat di Beji Gumuk Kancil ia akhirnya sembuh.

“Kembali ke keyakinan, memang banyak cerita seperti itu, karena ada proses pelukatan dasa mala, sehingga banyak yang sudah membuktikannya,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#bali #banyuwangi #petirtan #Rsi Markandeya #jawa timur #hindu #pura