Larangan Khusus di Pura Botoh: Pemangku Makan Daging Babi Langsung Pingsan
I Putu Suyatra• Sabtu, 13 Juli 2024 | 00:23 WIB
Pura Botoh terletak di Jalan Tukad Melangit, Panjer, Denpasar, Bali.
BALIEXPRESS.ID - Pura Botoh yang terletak di Jalan Tukad Melangit, Panjer, Denpasar, memiliki sejumlah keunikan yang membuatnya berbeda dari pura Hindu lainnya di Bali.
Selain memiliki pemangku utama seorang perempuan, pura ini juga memiliki larangan keras terkait penghaturan daging babi.
Jro Mangku Istri Pura Botoh, A.A Ayu Setianingsih, menjelaskan bahwa di Pura Botoh, daging babi tidak boleh digunakan dalam sesaji atau banten.
“Tidak boleh ada banten dengan daging babi,” jelas Jro Mangku Istri.
Larangan ini juga berlaku bagi pemangku Pura Botoh, baik Mangku Istri maupun Mangku Lanang, yang tidak diperbolehkan mengonsumsi daging babi.
“Pernah saya mengonsumsi daging babi, akibatnya cukup buruk. Saya langsung sakit, bahkan beberapa kali sempat pingsan,” ungkap Jro Mangku Istri.
Larangan menghaturkan daging babi di Pura Botoh telah berlaku sejak upacara Pengenteg Linggih pertama pada tahun 2002.
Pada saat itu, Jro Mangku Istri menerima pawisik untuk tidak menghaturkan daging babi dan olahan babi di pura ini.
Pura ini menjadi tempat sembahyang bagi warih dari Ida Bhatara Dang Hyang Bang Manik Angkeran, seperti Arya Wang Bang Pinatih, Arya Wang Bang Sidemen, Arya Wang Bang Waya Biya, dan Sira Agra Manikan yang dikenal dengan istilah Catur Warga.
Selain itu, Pura Botoh juga menjadi tempat persembahyangan bagi seluruh umat Hindu di Bali.
Pura Botoh juga memiliki palinggih Dewi Kwan Im, persimpangan Ratu Gede Dalem Peed, Ida Bhatara Rambut Sedana, dan Ratu Niang Sakti, yang membuatnya menjadi tempat sembahyang yang ramai dikunjungi masyarakat umum.
Sejarah Pura Botoh
Pura Botoh bukan pura bagi kalangan bebotoh atau penjudi, melainkan jejak perjalanan spiritual Ida Bhatara Dang Hyang Bang Manik Angkeran, putra dari Ida Dang Hyang Sidhi Mantra.
Pura ini menjadi simbol perjalanan spiritual beliau dan menjadi tempat suci bagi umat Hindu di Bali. ***