Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Di Pura Pasar Agung Besakih, Ada Pelinggih untuk Nangluk Merana, Selamatkan Hasil Pertanian

I Putu Mardika • Sabtu, 13 Juli 2024 | 19:31 WIB

Pura Pasar Agung di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem Bali
Pura Pasar Agung di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem Bali
BALIEXPRESS.ID-Sebelum melaksanakan persembahyangan di utama Mandala Pura Pasar Agung Besakih yang berlokasi di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali, umat Hindu yang nangkil disarankan melakukan persembahyangan di Pura Melanting.

Pura Melanting yang berada di sisi kanan area madya mandala pura.

Pemedek yang nangkil bisa melaksanakan persembahyangan di Pura Melanting yang merupakan tempat memohon kemakmuran secara sekala dan niskala.

Dikatakan Penglingsir Pura Pasar Agung, Jro Mangku Gede Umbara selama ini banyak pemedek yang membuka usaha maupun bisnis nangkil ke Pura Melanting.

“Di Pura Melanting ini berstana Ida Bhatara Sri Rambut Sedana yang memberikan anugerah kelimpahan rejeki dan kekayaan. Karena rambut berarti rejeki dan sedana berarti tanpa putus,” paparnya.

Di Pura ini ada juga stana Bhatara Nini Patuk dan Kaki Patuk.

Baca Juga: Pura Pasar Agung Besakih, Berada di Lambung Gunung Agung, Stana Hyang Putranjaya

Ida Bhatara ini memiliki kekuatan atas Sarwa Merana yang mengendalikan hama. Baik merana burung, tikus dan dan walangsangit.

Sehingga berbagai upacara untuk menggelar nangluk merana itu dilaksanakan saat Tileming Sasih Kesanga.

Disanalah bendesa adat se Kecamatan Selat melaksanakan ritual nangluk merana.

Tujuannya, agar krama subak perlu ngelungsur wangsuhpada agar diberikan hasil pertanian yang melimpah.

“Harapannya jangan sampai hasil pertanian petani itu diganggu oleh hama apapun jenisnya,” ungkapnya.

Setelah melaksanakan perembahyangan di Pura Melanting itu, kemudian pemedek yang nangkil barulah melaksanakan persembahyangan di areal utama mandala Pura Pasar Agung Besakih.

Disinggung terkait pelaksanaan ritual, ada sejumlah upacara dilaksanakan di pura ini, baik yang sifatnya insidentil atau waktu tertentu dan bersifat rutin.

Upacara insidentil semisal jika ada renovasi dan upacara yang dilakukan berdasarkan petunjuk sastra atau lontar.

Baca Juga: Larangan Khusus di Pura Botoh: Pemangku Makan Daging Babi Langsung Pingsan 

Sedangkan yang rutin dilaksanakan pada Purnamaning Sasih Kelima.

“Saat Purnama Sasih Kelima pujawali nyejer selama 11 hari dengan melibatkan pemkab seluruh Bali menghaturkan penganyar,” jelasnya.

Selanjutnya saat pujawali Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih pada Purnama Sasih Kedasa. Itu menyesuaikan dengan upacara di Pura Besakih.

Sedangkan untuk pujawali setiap enam bulan saat Buda Cemeng Ukir, nyejer selama tiga hari.

“Kalau tumpek landep, ada juga pujawali alit dengan tujuan untuk membuatkan ritual terhadap pusaka yang ada,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#bali #Rambut Sedana #Nangluk Merana #agung #gunung agung #besakih #hindu bali #PASAR #pura #melanting