Unik! Pura Maospahit di Denpasar Bali: Larangan Bagi Wanita Hamil dan Daya Tarik Bagi Umat Non-Hindu
IGA Kusuma Yoni• Minggu, 14 Juli 2024 | 00:07 WIB
Pura Maospahit di Jalan Sutomo, Denpasar, Bali
BALIEXPRESS.ID - Pura Maospahit di Jalan Sutomo, Denpasar, Bali, tidak hanya terkenal dengan arsitekturnya yang unik dan bangunannya yang megah, tetapi juga menyimpan beberapa kepercayaan dan daya tarik yang menarik bagi pengunjung.
Larangan bagi Wanita Hamil
Salah satu kepercayaan umat Hindu Bali yang cukup unik di Pura Maospahit adalah larangan bagi wanita hamil untuk memasuki Gedong Semanggen.
Menurut Pemangku Pura Maospahit, Jro Mangku Ketut Gede Sudiasna, hal ini dipercaya dapat menyebabkan keguguran.
"Selama ini, belum pernah ada yang nekat melanggar larangan ini," jelas Jro Mangku Gede.
Daya Tarik Bagi Umat Non-Hindu
Pura Maospahit juga menarik bagi umat non-Hindu yang ingin bersembahyang.
Jro Mangku Gede mengatakan bahwa banyak umat non-Hindu yang datang ke pura ini, terutama dari Jawa, Lombok, dan bahkan negara lain seperti Tiongkok dan Filipina.
"Mereka yang datang biasanya melakukan meditasi dan berdoa sesuai dengan keyakinan mereka," kata Jro Mangku Gede.
Pura Maospahit: Destinasi Wisata Budaya yang Penuh Makna
Pura Maospahit bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata budaya yang penuh makna.
Keunikan arsitektur, kepercayaan yang unik, dan daya tariknya bagi umat non-Hindu menjadikan pura ini tempat yang menarik untuk dikunjungi dan dipelajari. ***