BALIEXPRESS.ID - Di tengah perbukitan hijau di Bangli, terdapat sebuah pura yang unik bernama Pura Dalem Langgar.
Keunikan pura ini terletak pada fungsinya yang tidak hanya sebagai tempat suci umat Hindu, tetapi juga sebagai tempat sholat bagi umat Islam.
Pura Dalem Langgar terletak di lingkungan Puri Agung Bunutin dan dikelola oleh 110 krama warga puri.
Sejarah pura ini berkaitan erat dengan leluhur Puri Bunutin yang berasal dari Pulau Jawa dan beragama Islam.
Hal ini tercermin dari adanya Langgar, sebuah bangunan khusus untuk sholat, di dalam kompleks pura.
Pura Dalem Langgar terdiri dari empat bagian utama:
- Pura Dalem Khayangan Tiga
Digunakan oleh warga puri dan setempat untuk sembahyang, sama seperti pura dalem pada umumnya.
- Pura Pajenengan
Sebagai palinggih leluhur puri.
- Pura Langgar
Tempat sholat bagi umat Islam dan juga tempat berstananya leluhur puri yang berasal dari Blambangan.
- Pura Penataran Agung
Sebagai panyawangan Pura Besakih, Pura Batur, Pura Tirta Empul, dan Pura Kentel Bumi.
Keunikan Tradisi dan Upacara
Salah satu keunikan Pura Dalem Langgar adalah larangan penggunaan daging babi dalam sesajen.
Hal ini dilakukan untuk menghormati leluhur yang beragama Islam. Sebagai gantinya, digunakan daging sapi, itik, dan ayam.
Setiap tahunnya, dilaksanakan upacara mulang pakelem yang menggunakan seekor anak sapi.
Dagingnya diolah menjadi sate dan sesajen lainnya, sedangkan kulit, tulang, dan kepalanya dibawa ke kolam yang mengitari pura.
Upacara ini dipercaya untuk menghindari kejadian tragis yang pernah terjadi di pura ini.
Piodalan di Pura Dalem Langgar jatuh pada umanis galungan, yaitu enam bulan sekali dengan dua hari piodalan dalam setahun.
Saat piodalan, Ida Ratu Mas Anom dan Ratu Mas Ayu, yang disimbolkan dengan Barong Macan dan Rangda, tedun untuk masolah (menari).
Tempat Sholat dan Pengalaman Mistis
Umat muslim biasanya datang ke Pura Dalem Langgar untuk sholat pada hari-hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha.
Tempat sholat disediakan di halaman Palinggih Langgar dan bale pasantian, lengkap dengan tempat wudhunya.
Bagi pengunjung yang ingin memasuki Langgar, harus dengan pikiran yang bersih dan tidak membawa jimat. Konon, orang yang berniat jahat tidak akan bisa masuk ke lingkungan pura.
"Pernah terjadi kejadian aneh saat ngayah di pura ini. Seorang pangayah yang diminta mencabut rumput di atas candi pura, mengaku melihat lautan luas di bawahnya," ungkap Mangku Niang Istri kepada Bali Express (Jawa Pos Group) di Pura Dalem Langgar, Bunutin, Bangli.
Hal ini dikaitkan dengan sumber mata air tak kasat mata yang mengaliri pura.
Air dari sumber mata air ini digunakan sebagai permandian oleh warga dan untuk mengaliri perkebunan di hilir kolam pura.
Pura Dalem Langgar: Simbol Toleransi dan Keharmonisan
Pura Dalem Langgar menjadi bukti nyata toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Bali.
Keunikan pura ini menarik untuk dikunjungi dan menjadi pengingat bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk hidup bersama dalam damai. ***
Baca Juga: Unik! Pura Batu Mejan Canggu dibangun di atas Batu Permata Hijau, Begini Ceritanya
Editor : I Putu Suyatra