Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Umat Hindu Wajib Tahu! Pura Agung Kentel Gumi bekonsep Tri Guna Pura, Begini Maknanya

I Putu Mardika • Senin, 15 Juli 2024 | 03:40 WIB

Pura Agung Kentel Gumi di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan Klungkung yang erat dengan Mpu Kuturan
Pura Agung Kentel Gumi di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan Klungkung yang erat dengan Mpu Kuturan
BALIEXPRESS.ID-Pura Agung Kentel Gumi layak masuk sebagai jajaran salah satu pura tertua di Pulau Bali. Pura ini mempunyai konsep Tri Guna Pura dan dibangun oleh tokoh suci Mpu Kuturan di abad ke-11.

Di pura ini juga banyak dijumpai benda-benda kepurbakalaan yang tersimpan di dalam areal jeroan (sisi utama) pura. Pura ini termasuk dalam kelompok pura kahyangan jagat yaitu pura yang didukung oleh seluruh umat Hindu atau disebut sungsungan jagat.

Pura Agung Kentel Gumi ini berlokasi di sekitar Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali, sekitar 30 km arah timur Kota Denpasar, tepat di jalur utama Denpasar Klungkung. Pura ini bisa diakses melalui jalan by Pass Ida Bagus Mantra.

Dalam teks Purana Pura Agung Kentel Gumi disebutkan tentang status Pura tersebut sebagai satu dari tiga pura yang terangkai dalam konsep Tri Guna Pura sebagaimana tercantum dalam Purana Batur.

Pada kutipan Purana tersebut diuraikan bahwa Pura Batur sebagai Pura Desa, Pura Agung Kentel Gumi sebagai Pura Puseh dan Pura Besakih sebagai Pura Dalem, sehingga ketiganya identik dengan Kahyangan Tiga Jagat.

Pura Agung Kentel Gumi beridiri di atas lahan seluas 50 are, terdiri dari tiga kelompok pura. Diantaranya Pura Agung Kentel Gumi, Pura Masceti dan Pura Maspait. Komplek pura tersebut berada di areal utamaning pura.

Baca Juga: Lima Tirta Ini Sangat Istimewa bagi Umat Hindu di Bali, Diperciki Lima Sulinggih saat Panglukatan Agung Banyupinaruh di Padanggalak

Pura tersebut sebagai peninggalan dari tradisi mengalitik berupa batu berdiri (menhir), serta peninggalan dari masa klasik.

Dari sekian banyak benda purbakala, selain pelinggih pancer jagat, arca batu dengan wujud catur muka yang merupakan perwujudan dari Dewa Brahma memiliki keunikan dengan perletakan arca catur muka termasuk unik dan tidak biasa.

Arca catur muka maupun arca-arca perwujudan Dewa Ganesha dan lingga yang dalam konsep Hindu merupakan perwujudan Dewa Siwa.

Pemangku Pura Agung Kentel Gumi, Jero Mangku Made Kukuh mengatakan berdasarkan data susastra (purana) disebutkan secara gambling bahwa Pura Agung Kentel Gumi dibangun oleh Mpu Kuturan di abad ke 10 dengan memasang sebongkah balok batu pada posisi berdiri yang lazim disebut Batu Madeg.

Batu Madeg ini sebagai pertanda tempat beliau melakukan semadi dan memperoleh petunjuk dalam menyatukan warga Bali yang ketika itu masih terkotak dalam beberapa sekte-sekte Hindu.

Dalam perkembangan selanjutnya, situs Kentel Gumi di Desa Tusan ini diteruskan oleh Dalem Sri Kresna Kepakisan sebagai raja Bali utusan Majapahit yang memerintah di wilayah Samplangan (sekitar 5 km dari desa Tusan).

“Dalam berbagai lontar disebutkan pura Kentel Gumi didirikan oleh seorang tokoh, bernama Mpu Kuturan, beliau di katakan sebagai salah seorang senapati terkemuka di tahun 981 sampai 1001 masehi,” katanya.

Sekitar abad ke 11 masehi Pura Agung Kentel Gumi tersebut didirikan. Pertengahan abad ke 14 disempurnakan lagi oleh dinasti Kresna Kepakisan. Keberadaan Pura Agung Kentel Gumi yang memiliki enam buah areal sudah diwarisi sejak kurang lebih 250 tahun yang lalu.

Ia menambahkan, pura ini memang unik, karena ada banyak benda purbakala. Keunikan pada tata letak Pura Agung Kentel Gumi juga dapat dilihat pada perletakan areal/mandala Pura Bale Agung di dalam areal jaba sisi Pura Agung Kentel Gumi.

Baca Juga: Fakta-fakta Menarik dan Keunikan Piodalan di Pura Dalem Karangasem: Ikan Tetapakan dan Jejak Suci Tokoh Hindu Bali, Dang Hyang Nirartha

Pura Bale Agung dalam konsep tri kahyangan (kahyangan tiga) di Bali merupakan stana dari Dewa Brahma yang disebut pula dengan Pura Desa.

Keberadaan Pura Bale Agung (Pura Desa) pada areal Pura Agung Kentel Gumi Klungkung turut memperkuat status pura tersebut sebagai Pura Puseh-nya jagat Bali, mengingat di daerah Bali dataran konsep kahyangan tiga yang menempatkan Pura Desa dan Pura Puseh di dalam satu areal.

“Sebagai dewa utama yang dipuja pada Pura Puseh. Pada Pura Agung Kentel Gumi terdapat pelinggihan berupa tiga buah padmasana, sebuah meru tumpang solas, sebuah meru tumpang siya, sebuah meru tumpang pitu, sebuah meru tumpang lima, dua buah meru tumpang tiga,” paparnya.

Kemudian dua buah meru tumpang dua, sembilan buah gedong (meru tumpang satu), empat buah tugu, empat buah pengaruman, empat buah panggungan, enam buah piyasan saka nem, sebuah piyasan saka pat, sebuah menjangan saluang, sebuah bale kulkul, dua buah bale saka solas, empat buah bale saka roras.

Ada juga enam buah bale sakutus, tiga buah bale saka nem, sebuah bale saka pat, sebuah jineng, sebuah wantilan, sebuah candi kurung, 13 buah candi bentar, dan lima buah pelinggih khas yang hanya ada di Pura Agung Kentel Gumi yang terdiri dari pelinggih Ratu Pancer Jagat, pelinggih Ratu Panji, pelinggih Ratu Manik Galih, Pelinggih Catur Muka, dan pelinggih Dasar/Basundari. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#bali #klungkug #hindu bali #tri guna #hindu #pura #Pura Agung Kentel Gumi