BALIEXPRESS.ID - Setelah penantian panjang selama sekitar 30 tahun, Pura Ponjok Batu di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali kembali menggelar upacara Tawur Agung Wrespati Kalpa.
Pada Jumat (19/7/2024), dilaksanakan upacara Macaru Wrespati Kalpa Agung, Wayang Sapu Leger, dan Topeng Sidakarya yang diikuti oleh Krama pengempon Pura Ponjok Batu dengan penuh khidmat.
Pura Ponjok Batu dikenal sebagai Pura Dang Kahyangan atau penyungsungan jagat merupakan salah satu pura penting di Bali dengan nilai historis dan spiritual tinggi.
Proses pembersihan bumi mencakup pembentukan area dan transformasi dari buta, kala menjadi dewa, serta pembangunan periangan dan kayangan betara-betari yang berstana di area ini.
Ritual melasti atau mekiis juga dilakukan untuk menganyutkan segala mala dan papa klesa yang ada di tempat ini.
Selanjutnya, dilaksanakan upacara ngamet sarning merta di tengah segara samudera, diikuti ngenteg linggih yang bertujuan untuk mepeselang, mepedanan, mepergerayungan, dan nyenuk ngebat daun puput.
"Semua tahapan ini mencerminkan konsep dari Tawur Agung Wrespati Kalpa, yang bertujuan untuk menstanakan betara-betara dan dewata-dewata yang ada di sini," imbuhnya.
Camat Tejakula Gede Suyasa sebagai bagian dari kepanitiaan di Pura Ponjok Batu merasa sangat bersyukur dapat berpartisipasi dalam upacara besar ini.
"Upacara yang dilaksanakan setiap 30 tahun sekali ini merupakan karya yang sangat luar biasa. Sejak Pura ini dipugar, baru kali ini kegiatan upacara dapat dilaksanakan," ujarnya.
Upacara Tawur Agung Wrespati Kalpa di Pura Ponjok Batu menjadi simbol pelestarian adat dan tradisi yang diwariskan oleh leluhur, serta bentuk penghormatan kepada para dewa.
Momen sakral ini diharapkan dapat memperdalam makna spiritual bagi masyarakat dan generasi mendatang. (*)
Editor : I Made Mertawan