Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Hindu Bali yang Sangat Unik di Bangli: Saat Masuk Dilarang Bersuara, Mantra Pemangku Diucapkan Dalam Hati  

I Putu Suyatra • Minggu, 21 Juli 2024 | 02:22 WIB

 

Pura Dalem Pingit di Desa Umbalan, Yangapi, Kabupaten Bangli, Bali.
Pura Dalem Pingit di Desa Umbalan, Yangapi, Kabupaten Bangli, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Pura, atau tempat suci umat Hindu Bali memiliki keunikan beragam. Salah satu yang paling unik adalah Pura Dalem Pingit di Desa Umbalan, Yangapi, Kabupaten Bangli, Bali.

Bahkan, tradisi di Pura Dalem Pingit bisa disebut salah satu pura yang sangat unik.

Tidak seperti pura lainnya, di sini, siapa pun yang memasuki utama mandala dilarang bersuara.

Selama upacara pujawali, tidak ada kidung, gambelan, atau genta yang terdengar.

Bahkan, mantra pemangku yang memimpin pujawali pun diucapkan dalam hati.

Lokasi dan Akses Pura Dalem Pingit

Secara geografis, Pura Dalem Pingit terletak di timur Kabupaten Bangli.

Lokasinya mudah dijangkau, hanya sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Bangli dan sekitar satu jam dari Kota Denpasar.

Dari lampu merah sebelah utara Polsek Bangli, belok ke kanan menuju jalur Rendang Karangasem.

Setelah sampai di Pasar Yangapi, belok kiri, dan sekitar 800 meter dari sana Anda akan tiba di Jaba Pura Dalem Pingit.

Keheningan yang Sakral

Pura ini berada di antara hutan dan pepohonan tinggi, seperti pohon pule dan wani, menciptakan suasana sunyi dan sakral.

Menurut tokoh desa setempat, I Wayan Tekek, yang ditemui di Desa Umbalan, tradisi tidak bersuara ini sudah ada sejak lama.

Saat berada di dalam pura, komunikasi hanya boleh dilakukan dengan berbisik.

Struktur Pura dan Tradisi Setempat

Seperti pura lainnya, Pura Dalem Pingit memiliki tiga bagian: nista, madya, dan utama mandala.

Namun, tidak ada tapakan seperti barong atau rangda di pura ini, hanya pratima dan arca di gedong pura.

Tradisi ini sudah berlangsung lama dan dijalankan oleh masyarakat setempat tanpa perubahan.

Pantangan dan Keunikan Piodalan

Selain pantangan berbicara, saat piodalan, tidak diperkenankan ada suara kidung, gambelan, bahkan suara bajra.

Upacara piodalan hanya dipimpin oleh pemangku dengan mantra yang diucapkan dalam hati. Saat ini, desa sedang mencari pemangku baru setelah pemangku sebelumnya meninggal dunia.

Kepercayaan yang Kuat dan Perlindungan

Desa Umbalan terdiri dari 185 kepala keluarga yang mengelola Pura Kahyangan Tiga, termasuk Pura Dalem Pingit.

Hingga kini, tidak ada cerita mistis atau kejadian aneh yang dilaporkan.

Wayan Tekek, yang telah menjadi bendesa selama empat periode, mengatakan bahwa kepercayaan kuat masyarakat terhadap tradisi dan pantangan ini membuat mereka tetap dilindungi oleh Ida Sesuhunan.

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #unik #Pura Dalem Pingit #pujawali #bangli #hindu #mantra #tradisi #pemangku #kidung