Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Populer jadi Tempat Wisata Dunia, Pura Ulun Danu Beratan Jadi Tempat Ritual Penting di Bali

I Putu Mardika • Senin, 22 Juli 2024 | 02:00 WIB

Pura Ulun Danu Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan
Pura Ulun Danu Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan
BALIEXPRESS.ID-Pura Ulun Danu menjadi salah satu Kahyangan Jagat di Pulau Dewata yang sangat populer di mata dunia selain Pura Besakih maupun Pura Uluwatu. Tempat suci Umat Hindu ini bahkan menjadi simbol kesuburan karena juga disungsung oleh krama Subak di Bali.

Pura Ulun Danu Beratan terletk di pinggir danu beratan, di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti Tabanan, Bali. Lokasinya juga menjadi obyek Daya Tarik wisata (DTW) di wilayah Baturiti selain Kebun Raya Eka Karya Bedugul.

Pelinggih Meru Tumpang Solas bahkan kerap menjadi ikon pulau Bali. Termasuk pura ini sempat diabadikan dalam gambar pecahan uang Rp 50 ribu oleh Perusahan Uang Republik Indonesia.

Pura ini posisinya di sisi barat Danau Beratan. Pura ini terletak di kawasan sejuk dengan latar belakang pemandangan yang indah.

Keindahan ini menjadi kawasan pura ramai dikunjungi wisatawan domestik dan manca negara.

Untuk mencapai pura ulun danu beratan diakses dengan berbagai moda transporttasi baik roda dua maupun roda empat. Kawasan pura Ulun Danu Beratan juga selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara.

Pura Penataran Agung Ulun Danu Beratan merupakan Pura Kahyangan Jagat dan Cagar Budaya yang harus dilestarikan, dirawat taksunya serta dikembangkan sarana dan prasarananya.

Pura Penataran Agung Ulun Danu Beratan difungsikan sebagai tempat persembahyangan bagi Umat Hindu dari seluruh Nusantara dan merupakan tempat Nyegara Gunung, Meajar Ajar bagi Umat Hindu di Bali.

Baca Juga: Pura Hindu Bali yang Sangat Unik di Bangli: Saat Masuk Dilarang Bersuara, Mantra Pemangku Diucapkan Dalam Hati 

Secara geografis danu Beratan bisa menjadi puisat pengairan tradisional dari Sebagian sawah yang ada di sekitarnya.

Persawahan banyak dipengaruhi oleh danau beratan, sehingga di sisi barat dibangun tempat pemujaan kepada Sang Hyang Widhi

Kata ulun danu berasal dari dua kata yakni ulu yang berarti ujung, kepala. Sedangkan Danu berarti Danau. Sedangkan dapat disimpulkan berarti sebagai penguasa danau yang dimuliakan.

Belum diketahui secara pasti seperti apa asal usul keberadaan pura Ulun Danu Beratan maupun proses berdirinya. Pasalnya kurangnya sumber sejarah baik berupa lontar, prasasti atau sumber lainnya.

Penguger atau Kelian Pura I Putu Suma Artha mengatakan Pura Ulun Danu terbagi menjadi empat palemahan.

Yakni Dalem Purwa, Penataran Agung, Meru tumpeng tiga dan Meru Tumpang Solas sebagai stana Dewi Danu.

“Sejarahnya memang senantiasa erat dengan perkembangan pariwisata di Ulun Danu Beratan. Tetapi memang ada sejumlah ritual penting dilaksanakan di Pura Ulun Danu Beratan ini,” ungkapnya.

Pelinggih utama ini terletak di tengah Danau Beratan dengan posisi terpisah dengan Penataran Agung.

Sebelum memasuki palemahan Penataran Agung pura, terdapat sebuah pelinggih di sisi kanan pura. Pelinggih ini adalah Mrajapati yang berfungsi sebagai tempat menyimpan peninggalan purbakala yang dianggap suci oleh warga Pande, seperti Prapen.

Baca Juga: Sejarah dan Keunikan Tarian Topeng Sidakarya: Tarian Pelengkap Upacara Yadnya Hindu Bali

Sebelum memasuki pura, di sisi utara terdapat bangunan unik yang mirip stupa yang mirip dengan candi di tanah jawa.

Menurut cerita setempat, warga Pande di sekitar memiliki kaitan erat dengan Budha. Berdasarkan cerita itu, dibuatlah bangunan stupa sebagai tanda penghormatan.

Sedangkan pada areal Penataran Agung Pura Ulun Danu Beratan terdapat pelinggih Padmasana dan padma Tiga sebagai stana Hyang Widhi dalam konsep sebagai Tri Murti, yakni Dewa Brahma, Wisnu dan Siwa.

Ada juga pelinggih pesimpangan. Pelinggih ini diantaranya Pelinggih Pesimpangan Puncak Kayu Sugih, Meru Tumpang Pitu sebagai Pesimpangan Trate Bang. Wastra yang digunakan di pelinggih ini didominasi warna merah sebagai penghormatan Dewa Brahma

Ada juga pelinggih Padma Lingga sebagai Pesimpangan Pura Bukit Sangkur. Pelinggih pokok adalah Meru Tumpang Solas sebagai Linggih Dewa Wisnu sebagai Bhatari Dewi Danu.

Pelinggih Pokok ini terletak di pinggir Danu di sisi barat sedikit terpisah dari Pura Penataran Agung.

Meru Tumpang tiga terletak di sisi timur pelinggih utama, namun dengan palemahan yang berbeda. Meru Tumpang Tiga merupakan Linggih Petak atau yang dikenal dengan sumber keluarnya air.

Dalem Purwa merupakan palemahan lain dari Pura Ulun Danu Beratan. Pura Dalem Purwa sebagai stana Dewa Siwa. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#ritual #bali #hindu bali #Baturiti #beratan #hindu #Ulun Danu #pura #Subak #tabanan