Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Hanya Jadi Ikon Bali, Pura Ulun Danu Beratan jadi Tempat Digelarnya Ritual Pemahayu Jagat

I Putu Mardika • Senin, 22 Juli 2024 | 02:11 WIB

Pura Ulun Danu Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan
Pura Ulun Danu Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan
BALIEXPRESS.ID-Sebagai pura Kahyangan Jagat, Pura Ulun Danu Beratan di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali memiliki tegak piodalan atau Pujawali.

Uniknya, pujawali dilaksanakan umat Hindu ini dalam sekala alit (kecil) dan ageng (besar).

Penguger atau Kelian Pura I Putu Suma Artha Pujawali dilaksanakan setiap Anggarakasih Wuku Julungwangi atau 15 hari sebelum Hari Raya Galungan. Piodalan dibagi dua, yakni piodalan alit dan ageng (besar).

“Yang agung setahun sekali. Sedangkan yang alit atau kecil dilaksanakan setiap enam bulan sekali atau 210 hari,” jelasnya.

Selain pujawali, di Pura Ulun Danu Beratan juga dilaksanakan upacara Magpag Toya saat Purnama Sasih Kepitu.

Tujuannya memohon kemakmuran. Upacara Pakelem dilaksanakan setiap lima tahun sekali dengan sakal cukup besar.

Baca Juga: Populer jadi Tempat Wisata Dunia, Pura Ulun Danu Beratan Jadi Tempat Ritual Penting di Bali

“Kalau acara mapag toya ini selalu menjadi daya Tarik wisatawan untuk disaksikan, karena ramai pemedek yang nangkil,” sebutnya.

Upacara ini merupakan ungkapan terima kasih masyarakat atas anugerah yang sudah diberikan baik berupa kemakmuran, keselamatan dan hasil panen yang berlimpah.

Upacara ini umumnya juga diikuti oleh Krama Subak.

Ditambahkan Suma Artha di Pura Ulun Danu Beratan juga dilaksanakan upakara Tawur Agung Balik Sumpah Parisuda Bumi.

Ritual Pemahayu Jagat ini dilaksanakan tahun 2022 silam.

Upakara Pamahayu Buana Tawur Balik Sumpah Utama di pura ini dilaksanakan karena melihat situasi dan kondisi saat ini di Bali.

Baca Juga: Pura Hindu Bali yang Sangat Unik di Bangli: Saat Masuk Dilarang Bersuara, Mantra Pemangku Diucapkan Dalam Hati  

Selain itu, ritual ini dilaksanakan karena di Bali sering terjadi bencana alam sebelumnya seperti banjir bandang, pohon tumbang termasuk Covid-19 yang melanda dunia hingga tiga tahun.

Pura Kahyangan Jagat ini diempon oleh 4 (empat) Gebog Pesatak (Gebog Pesatak Candikuning, Gebog Pesatak Baturiti.

Selain itu juga diempon oleh Gebog Pesatak Antapan, dan Gebog Pesatak Bangah) yang terdiri dari 12 (dua belas) Desa Adat, 6 (enam) Desa Pamaksan dan 2 (dua) Pengayah Pelinggih yaitu Pande Bayan dan Pande Marga yang ada di Kawasan Bali Tengah. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#bali #hindu bali #beratan #hindu #Ulun Danu #pura #tabanan