Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tempat Mohon Kesembuhan di Bali! Kisah Orang Divonis akan Meninggal, Sembuh setelah Melukat di Pura Ini: Cocok Juga untuk Seniman Mohon Taksu

I Putu Suyatra • Kamis, 25 Juli 2024 | 18:36 WIB
Pura Catur Kandapat Sari Pengideran Dewata Nawa Sanga, yang terletak di Jalan Antasura, Banjar Pondok, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali
Pura Catur Kandapat Sari Pengideran Dewata Nawa Sanga, yang terletak di Jalan Antasura, Banjar Pondok, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali

BALIEXPRESS.ID - Pura Catur Kandapat Sari Pengideran Dewata Nawa Sanga, yang terletak di Jalan Antasura, Banjar Pondok, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, memiliki sejarah panjang yang diwariskan secara turun temurun selama 11 abad oleh keluarga Ratu Niang Rai.

Meskipun keluarga Ratu Niang Rai yang bertanggung jawab penuh atas pura ini, penyungsungnya berasal dari lima banjar yang ada di Desa Peguyangan.

Lima Banjar Penyungsung Pura Dewata Nawa Sanga

Lima banjar yang menjadi penyungsung Pura Dewata Nawa Sanga adalah Banjar Pondok, Banjar Punduh Kulit, Banjar Benbiu, Banjar Umadesa, dan Banjar Kedua.

Selain itu, pemedek yang datang untuk bersembahyang juga berasal dari seluruh Bali dan bahkan luar Bali, seperti Solo, Kalimantan, Yogyakarta, Madura, dan Sulawesi.

"Bahkan pemedek yang datang juga berasal dari luar Bali," ujar Desak Nyoman Rai, Ratu Niang Mangku Pura Catur Kandapat Sari.

Tujuan Kedatangan Pemedek ke Pura Dewata Nawa Sanga

Kedatangan pemedek dari luar Bali bertujuan untuk bersembahyang dan memohon keselamatan dari Ida Bhatara yang berstana di Pura Dewata Nawa Sanga.

Selain umat Hindu yang ingin bersembahyang, pura ini juga sering dikunjungi oleh para penari yang ingin mendapatkan taksu.

"Selama ini banyak para penari yang datang ke pura untuk memohon taksu sebagai penari atau penabuh," jelas Ratu Niang Rai.

Umumnya, mereka datang saat akan memulai profesi sebagai penari atau penabuh.

Tempat Melukat dan Kisah Mukjizat

Pura Dewata Nawa Sanga juga menjadi tempat melukat (membersihkan diri) bagi umat yang menderita sakit parah.

Salah satu kisah mukjizat yang diceritakan Ratu Niang Rai adalah tentang seorang umat yang divonis akan meninggal oleh dokter dalam beberapa hari, namun mengalami kesembuhan setelah melukat di pura ini.

"Dulu orang ini divonis umurnya tinggal tiga hari saja, tapi setelah melukat di sini, akhirnya orang ini berangsur sembuh dan sampai sekarang masih sehat dan sering tangkil ke pura," ungkapnya. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#melukat #bali #Pura Catur Kandapat Sari #penari #hindu #denpasar #tamba #sejarah #peguyangan #taksu