Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah dan Keunikan Pura Taman Sari Mengwi: Pura Kesembilan dari Kisah Dharmayatra Dhang Hyang Nirartha di Bali

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 25 Juli 2024 | 20:45 WIB
Pura Dang Kahyangan Taman Sari Mengwi di Desa Adat Mengwi, Kabupaten Badung
Pura Dang Kahyangan Taman Sari Mengwi di Desa Adat Mengwi, Kabupaten Badung

BALIEXPRESS.ID - Kisah perjalanan Dang Hyang Nirartha ke Bali pada abad ke-14 meninggalkan jejak yang abadi berupa pura-pura Hindu yang tersebar di seluruh Bali.

Salah satu jejak tersebut adalah Pura Dang Kahyangan Taman Sari Mengwi di Desa Adat Mengwi, Kabupaten Badung, yang hingga kini tetap dijaga dan disembah oleh umat Hindu Bali.

Sejarah Pura Taman Sari Mengwi

Pura Taman Sari Mengwi tidak terlepas dari kisah suci perjalanan Dang Hyang Nirartha.

Menurut Pemangku Pura, Mangku Nyoman Raka Wijaya, pura ini telah ada sejak tahun Saka 1411 (1489 M), seperti yang tercatat dalam kitab nomor Vd 273/4.

"Keberadaan Pura ini adalah bagian dari perjalanan suci Dang Hyang Nirartha ke Bali," jelas Mangku Raka.

Perjalanan Suci Dang Hyang Nirartha

Setelah tinggal di Desa Mundeh, Dang Hyang Nirartha melanjutkan perjalanannya ke arah selatan dan menemukan sebuah karang dengan mata air (wulakan) yang sejuk serta taman bunga yang wangi.

Di tempat yang sejuk dan rindang ini, Dang Hyang Nirartha melakukan Yoga Samadhi dan memberikan nama Pura Taman Sari untuk tempat meditasi dan Pura Wulakan untuk mata air yang ditemukan.

Urutan Pura dalam Perjalanan Spiritual

Pura Dang Kahyangan Taman Sari Mengwi adalah pura kesembilan dalam perjalanan spiritual Dang Hyang Nirartha setelah meninggalkan Desa Mundeh.

"Ini adalah pura kesembilan dari kisah Dharmayatra Dhang Hyang Nirartha," jelas Mangku Raka.

Wilayah Mangupura dan Pura Kahyangan

Daerah sekitar pura dikenal sebagai Wilayah Mangupura. Pura Taman Sari dan Pura Wulakan kemudian disebut sebagai Pura Kahyangan, tempat untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi oleh keturunan Dang Hyang Nirartha dan Dang Hyang Dwijendra.

"Pujaan utama di Pura Taman Sari adalah Ida Bhatara Dhang Hyang Nirartha dan Ida Bhatara Dang Hyang Dwijendra," ungkap Mangku Raka.

Piodalan Pura Taman Sari

Piodalan Pura Taman Sari jatuh pada Purnama Kapat, yang bertepatan dengan bulan Oktober dalam kalender Masehi.

Hal ini berkaitan dengan penemuan Wulakan oleh Dang Hyang Nirartha pada bulan keempat kalender Bali (sasih kapat).

Piodalan ini tetap dilakukan hingga kini oleh krama Banjar Alengkajeng Desa Adat Mengwi, dan selain piodalan utama, ada juga piodalan alit setiap bulan purnama.

 

Keunikan Pura Taman Sari

Selain sebagai tempat suci, Pura Taman Sari juga memiliki Gedong Tapakan yang berfungsi untuk menyimpan tapakan (jejak) Ida Bhatara.

Keberadaan pura ini memperkaya spiritualitas dan tradisi umat Hindu Bali, menjadikan setiap kunjungan ke pura sebagai pengalaman yang mendalam dan bermakna.

Dengan sejarah yang kaya dan keunikan yang dimiliki, Pura Taman Sari Mengwi menjadi salah satu saksi bisu dari perjalanan suci Dang Hyang Nirartha di Bali.

Keberadaan pura ini tidak hanya memperkaya warisan budaya Bali tetapi juga menjadi sumber spiritualitas dan inspirasi bagi umat Hindu Bali.

Poin-poin Penting tentang Pura Dang Kahyangan Taman Sari Mengwi:

Baca Juga: Bukan Sembarang Kepala Menjangan, Begini Asal Usul Pelinggih Menjangan Saluang di Pura Dadia di Bali

Makna dan Fungsi Pura:

Pura Dang Kahyangan Taman Sari Mengwi memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang tinggi.

Keberadaannya sebagai salah satu peninggalan Dang Hyang Nirartha menjadikan pura ini tempat yang sangat dihormati oleh umat Hindu di Bali, khususnya bagi masyarakat sekitar. ***

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Dang Hyang Nirartha #mengwi #hindu #pura taman sari #sejarah #leluhur #dang hyang dwijendra #badung #Ida Sang Hyang Widhi Wasa