Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Kesiman Denpasar: Bermula dari Kisah Dalem Batu Ireng hingga Ekspedisi Gajah Mada ke Bali, Awalnya Bernama Kusima

Nyoman Suarna • Jumat, 26 Juli 2024 | 02:57 WIB
KESIMAN: Kesiman sebagai bagian dari wilayah Kita Denpasar bermula dari kisah Dalem Batu Ireng hingga sejarah ekpedisi Gajah Mada yang disebut dengan nama Kusima.
KESIMAN: Kesiman sebagai bagian dari wilayah Kita Denpasar bermula dari kisah Dalem Batu Ireng hingga sejarah ekpedisi Gajah Mada yang disebut dengan nama Kusima.

BALIEXPRESS.ID – Sejarah Kesiman tidak terlepas dari kisah Raja Bali Kuna bernama Dalem Batu Ireng.

Dalam Babad Wanggayah disebutkan, setelah Dalem Batu Ireng  mencapai moksa, para pengikutnya mendirikan sebuah tugu berupa batu besar di tepi Sungai Ayung yang dinamakan Batu Sima.

Pada tahun 1343 Masehi, Bali diserang oleh Kerajaan Majapahit dan berhasil ditaklukkan.

Setelah Bali berhasil ditaklukkan melalui ekspedisi Gajah Mada ini, untuk menstabilkan pemerintahan di Bali, Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk mengirim Sri Kresna Kepakisan ke Bali.

Sri Kresna Kepakisan mendirikan istana di Samprangan, Gianyar.

Sesuai yang terungkap dalam Eka Ilikita Desa Adat Kesiman, ketika Adipati Sri Aji Kresna Kepakisan menjadi Adipati Majapahit di Bali, salah satu pendampingnya yaitu Arya Wang Bang Pinatih mendirikan puri di tepi Sungai Ayung, di tempat Ida Dalem Batu Ireng moksa.

Di tempat tersebut Arya Wang Bang Pinatih bertemu dengan masyarakat Bali dengan menyatakan diri adalah utusan dari Sang Prabhu Majapahit.

Dia ditugaskan melanjutkan Sima Krama yang dijalankan oleh masyarakat Bali di wilayah kekuasaan Dalem Batu Ireng.

Kemudian Arya Wang Bang mengukuhkan tempat peninggalan Ida Dalem Batu Ireng dengan nama Kusima.

Kusima berasal dari kata “ku” berarti kukuh atau kuat dan “sima” merupakan wilayah Prahyangan Dalem Muter.

Prahyangan yang dibangun oleh Arya Wang Bang di tepi Sungai Ayung selesai pada hari Wrespati wuku Sungsang bertepatan dengan hari Sugihan Jawa.

Kemudian kata Kusima lama kelamaan disebut dengan nama Kesiman.

Setelah terjadi konflik internal,  keluarga Raja Arya Wang Bang Pinatih kemudian mengungsi ke Tulikup, Gianyar. Kemudian pindah lagi ke Sulang atas izin Raja Klungkung.

Untuk memerintah daerah Kesiman yang telah ditinggalkan oleh I Gusti Ngurah Gede Pinatih, diangkatlah keturunan dari Puri Pemecutan.  

Kerajaan Kesiman tak lepas dari berdirinya Puri Denpasar pada tahun 1788 dengan menobatkan I Gusti Ngurah Made sebagai raja dengan abhiseka gelar I Gusti Ngurah Made Pemecutan (1788-1813).

Pengganti I Gusti Ngurah Made Pemecutan di Puri Denpasar adalah I Gusti Gde Ngurah dengan abhiseka I Gusti Ngurah Jambe (1813-1817) sebagai Raja Denpasar II.

Sedangkan adiknya yang bernama I Gusti Gde Kesiman mendirikan puri di sisi timur Kerajaan Badung yang bernama Puri Kesiman pada tahun 1813.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #kesiman #gajah mada #kusima #dalem batu ireng #sejarah #ekspedisi