Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah dan Cerita Unik Hindu Bali: Pura Alas Angker, Tempat yang Cocok untuk Peternak yang Alami Masalah

Putu Agus Adegrantika • Sabtu, 27 Juli 2024 | 18:08 WIB

Pura Alas Angker di Kubu, Kabupaten Bangli, Bali
Pura Alas Angker di Kubu, Kabupaten Bangli, Bali
 

BALIEXPRESS.ID - Pura Hindu di Bali memang kerap dipercaya sebagai tempat untuk memohon kesembuhan penyakit, terutama yang bersifat non-medis (niskala).

Namun, Pura Alas Angker di Kubu, Kabupaten Bangli, Bali, memiliki keunikan tersendiri sebagai tempat memohon kesembuhan dan keselamatan bagi hewan peliharaan.

Banyak masyarakat yang datang ke Pura Alas Angker untuk memohon kesehatan dan keselamatan ternak peliharaannya.

Lokasi dan Akses Menuju Pura Alas Angker

Pura Alas Angker terletak di Desa Kubu, Bangli, bersebelahan dengan Pura Puseh.

Untuk mencapai pura ini, pengunjung dapat berpatokan pada Balai Banjar Kubu.

Dari Kota Denpasar, perjalanan memakan waktu sekitar satu setengah jam menuju utara, melewati Bukit Bangli dan searah dengan Desa Wisata Tradisional Penglipuran.

Setelah sampai di Balai Banjar Kubu, yang bersebelahan dengan Pura Puseh, Pura Alas Angker dapat ditemukan di sebelah selatan Pura Puseh.

Sejarah dan Keyakinan Masyarakat

Menurut pemangku Pura Alas Angker, I Nyoman Sumarna, pura ini dipercaya sebagai tempat bersthananya Ida Bhatara Sedahan Ketut.

Berdasarkan sejarah, Ida Bhatara Sedahan Ketut, yang dikenal bersuara gagap, dipindahkan ke lokasi ini oleh Ida Bhatara Puseh karena malu terhadap tamu dari Desa Penglipuran.

Sejak saat itu, Ida Bhatara Sedahan Ketut dipercaya untuk menjaga dan mengawasi hewan-hewan di sekitar desa.

Proses Memohon Kesembuhan di Pura Alas Angker

Masyarakat yang memiliki hewan peliharaan sakit, seperti tidak mau makan, sering datang ke Pura Alas Angker untuk memohon kesembuhan.

Piodalan (upacara) di pura ini jatuh pada anggara kasih perangbakat (Selasa Kliwon Wuku Perangbakat).

Masyarakat dapat memohon dari rumah masing-masing menggunakan sarana berupa canang atau pajati.

Ketika hewan peliharaan sembuh, mereka akan tangkil (datang) saat piodalan untuk menepati janji dengan membawa sesajen.

Tata Letak dan Struktur Pura

Pura Alas Angker terdiri dari tiga bagian utama: utama mandala (bagian utama), madya mandala (bagian tengah), dan nista mandala (bagian paling luar).

Menurut Mangku Sumarna, keberadaan pura ini dibatasi oleh beberapa titik: sebelah utara adalah Pura Puseh Desa Kubu, sebelah timur adalah Pura Puncak Pandakan, sebelah selatan adalah jalan menuju Pura Taman Tirta, dan sebelah barat adalah Jalan Raya Denpasar-Kintamani.

Peran dan Tanggung Jawab Pemangku

Mangku Sumarna menyebutkan bahwa pura ini diempon oleh tiga kepala keluarga saja, karena bukan tergolong Pura Khayangan Tiga atau Pura Dadia, melainkan bagian dari Pura Puseh.

Setiap pelaksanaan upacara di Pura Alas Angker didukung oleh warga setempat.

Sejak tahun 1998, tanggung jawab pura ini diserahkan kepada keluarga Jero Mangku Nyoman Sumarna, termasuk dalam hal pemeliharaan bangunan dan pelaksanaan upacara setiap enam bulan sekali.

Komitmen Masyarakat

Warga desa setempat turut berperan aktif dalam menjaga dan merawat Pura Alas Angker.

Mereka sering memberikan dana punia untuk renovasi pura, dan membantu dalam persiapan upacara.

Mangku Sumarna menyatakan bahwa tanggung jawab ini tidak terlalu membebani, karena adanya dukungan dari masyarakat yang sering menghaturkan banten (sesajen) yang sudah jadi.

Pura Alas Angker di Kubu, Bangli, adalah tempat suci yang dipercaya masyarakat untuk memohon kesembuhan dan keselamatan bagi hewan peliharaan mereka.

Dengan lokasi yang mudah diakses dan dukungan kuat dari masyarakat, pura ini terus menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual dan kesejahteraan hewan peliharaan di desa tersebut. ***

Photo
Photo
Editor : I Putu Suyatra
#bali #bangli #PURA ALAS ANGKER #hindu #ternak #kesembuhan #peternak