Sejarah dan Keunikan Pura Blanjong di Sanur, Bali: Disungsung oleh Umat Hindu dari Empat Desa Adat
IGA Kusuma Yoni• Minggu, 28 Juli 2024 | 17:09 WIB
Prasasti di Pura Blanjong, Sanur, Denpasar, Bali.
BALIEXPRESS.ID - Pura Blanjong terletak di Jalan Danau Poso, Sanur, Denpasar, Bali. Pura Hindu ini memiliki sejarah penting yang tercatat dalam Prasasti Blanjong, yang mengabadikan kemenangan Raja Kesari Warmadewa pada tahun Saka 836 (914 Masehi).
Pura Dang Kahyangan yang Disungsung oleh Empat Desa Adat
Menurut Jro Mangku Made Mawa, pemangku Pura Blanjong, pura ini adalah Pura Dang Kahyangan yang dipuja oleh empat desa adat.
Keempatnya adalah Desa Adat Renon, Desa Adat Cerancam, Desa Adat Lantang Irung, dan Desa Adat Sukawati.
Di Pura Dalem Blanjong, umat memuja Ida Bhatara Dalem Blanjong.
Prasasti Blanjong: Simbol Kemenangan Sri Kesari Warmadewa
Prasasti Blanjong adalah bagian dari situs kepurbakalaan yang penting.
Prasasti ini mengisahkan keberadaan dan fungsi Pura Dalem Blanjong sebagai tempat pemujaan Ida Sang Hyang Widi Wasa pada era pemerintahan Sri Kesari Warmadewa.
Selain itu, prasasti ini juga mencatat kemenangan Raja Sri Kesari Warmadewa atas musuh-musuhnya di Gurun dan Suwal.
Keunikan dan Pemugaran Prasasti Blanjong
Prasasti Blanjong memiliki bentuk pilar silindris dengan tinggi 177 cm dan diameter 62 cm, ditulis dalam bahasa Sanskerta dan Prenagari.
Prasasti ini dilindungi oleh Undang-Undang Perlindungan Nomor 11 Tahun 2010 dan ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya di Bali.
Saat ini, prasasti ini ditempatkan dalam lemari kaca untuk menjaga kelestariannya.
Arca Peninggalan Masa Sri Kesari Warmadewa
Selain prasasti, Pura Dalem Blanjong juga memiliki beberapa arca peninggalan dari masa pemerintahan Sri Kesari Warmadewa.
Salah satunya adalah Arca Ganesha yang terbuat dari batu padas, meski saat ini kondisinya tidak sempurna karena belalai dan kedua tangannya patah.
Arca ini dihiasi dengan kalung, telinga lebar, tubuh gemuk, dan kepala gajah kecil.
Patung Binatang di Pura Dalem Blanjong
Pura Dalem Blanjong juga memiliki beberapa patung binatang, termasuk Patung Lembu yang dipercaya sebagai Patung Lembu Nandini, juga terbuat dari batu padas.
Patung-patung ini adalah bagian dari koleksi purbakala yang dimiliki pura ini, meski beberapa di antaranya telah mengalami kerusakan akibat dimakan waktu.
Pura Blanjong tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menyimpan sejarah dan artefak penting yang menarik minat banyak orang untuk mengetahui lebih dalam tentang jejak peninggalan Raja Kesari Warmadewa di Bali. ***