BALIEXPRESS.ID - Pura Dalem Blanjong, yang terletak di Jalan Danau Poso, Sanur, Denpasar, Bali, menyimpan sejarah yang sangat menarik.
Selain dikenal dengan Prasasti Blanjong yang terkenal, pura ini juga memiliki nilai sejarah yang sangat penting dalam konteks perkembangan agama di Bali.
Pura Dalem Blanjong: Pusat Pemujaan Siwa-Buddha
Menurut Jro Mangku Made Mawa, pemangku Pura Blanjong, pada masa pemerintahan Raja Kesari Warmadewa, pura ini difungsikan sebagai tempat pemujaan Siwa-Buddha.
Hal ini dapat dilihat dari keberadaan simbol Lingga-Yoni yang menjadi pelinggih utama di pura.
Simbol Lingga-Yoni dan Peninggalan Lainnya
Lingga-Yoni, yang merupakan simbol kesuburan dan penciptaan dalam agama Hindu, menjadi bukti kuat bahwa pada masa lalu, pura ini merupakan pusat pemujaan yang menggabungkan unsur-unsur Siwaisme dan Buddhisme.
Baca Juga: Bukan Sembarang Kepala Menjangan, Begini Asal Usul Pelinggih Menjangan Saluang di Pura Dadia di Bali
Selain Lingga-Yoni, keberadaan patung-patung seperti Lembu dan Ganesha juga memperkuat dugaan tersebut.
Pura Dalem Blanjong dan Sejarah Agama di Bali
Berdasarkan prasasti yang ditemukan, Pura Dalem Blanjong diperkirakan didirikan pada tahun 914 Masehi.
Pada masa itu, ajaran Siwa-Buddha masih menjadi agama mayoritas di Bali. Baru pada abad ke-15, agama Hindu dengan pengaruh kuat dari India mulai masuk dan berkembang di Bali.
Piodalan dan Upacara di Pura Dalem Blanjong
Piodalan di Pura Dalem Blanjong jatuh pada hari Senin Pahing wuku Langkir.
Upacara piodalan di pura ini dilakukan dengan sederhana, menggunakan upakara pengodalan biasa.
Meskipun demikian, pura ini tetap menjadi tempat yang penting bagi umat Hindu, baik dari Bali maupun dari luar Bali. ***
Baca Juga: Berawal Dari Tanah Harum, Begini Sejarah Pura Mandara Giri Semeru Agung Lumajang
Editor : I Putu Suyatra