BALIEXPRESS.ID - Pura Dalem Tengaling yang terletak di Guliang Kangin, Tamanbali, Kabupaten Bangli, Bali, memiliki fungsi khusus selain sebagai tempat sembahyang bagi umat Hindu.
Pura ini bukan hanya tempat suci untuk persembahyangan dan prosesi keagamaan, tetapi juga menjadi tempat untuk memohon obat (tamba) atau kesembuhan dan petunjuk (nunas baos).
Lokasi dan Akses Menuju Pura Dalem Tengaling
Pura Dalem Tengaling berada di antara desa perbatasan Bangli-Gianyar. Dari Kota Denpasar, perjalanan menuju pura ini memakan waktu sekitar satu jam.
Anda bisa mengikuti jalan Bypass Ida Bagus Mantra menuju Desa Tulikup Gianyar.
Sesampainya di lapangan Tulikup, ikuti jalan ke utara yang tembus ke objek wisata Taman Nusa.
Lurus lagi ke utara sekitar satu kilometer, maka Anda akan sampai di Pura Dalem Tengaling yang berada di kiri jalan, dikelilingi persawahan dan berada di atas aliran sungai.
Pelayanan 24 Jam di Pura Dalem Tengaling
Pamedek yang ingin nangkil siang atau malam tidak perlu khawatir karena pemangku Pura Dalem Tengaling, Ida Niang Mangku, selalu siap melayani umat selama 24 jam.
Ida Niang Mangku telah menjadi pangayah selama 18 tahun dan totalitas berada di pura karena disediakan kamar khusus di sisi utara pura.
"Sering ketika malam hari tiba, ada pamedek yang matamba. Mungkin mereka tahu, kalau ada pemangku yang selalu ngayah di sini. Makanya, mereka langsung menuju jeroan dan menghampiri saya," jelas Ida Niang Mangku Tengaling.
Keunikan Pura Dalem Tengaling
Pura Dalem Tengaling terkenal sebagai tempat matamba (memohon obat) karena khasiat tamba yang terbukti menyembuhkan.
Tamba yang diberikan berupa tirta dan minyak yang dipasupati dengan doa dan mantra khusus.
"Minyaknya dibikin dulu, setelah itu dipasupati dengan doa dan mantra khusus," ujarnya.
Selain itu, Pura Dalem Tengaling juga menjadi tempat nunas baos. Saat berobat, yang sakit akan berucap langsung mengenai ciri-ciri orang yang menyakitinya, meski tidak menyebut nama.
"Biasanya si sakit menari-menari di halaman pura sebelum ngaraos. Kemudian dia bilang ciri-ciri orang yang menyakiti, tapi tidak sebut nama," ujarnya.
Persiapan Saat Nangkil
Bagi pamedek yang ingin nangkil ke Pura Dalem Tengaling untuk matamba atau nunas baos, cukup membawa sarana berupa pajati.
"Tergantung dari pamedek, dengan ketulusan hatinya. Ada yang bisa menghaturkan pajati, tidak apa. Kalau ada hanya dengan canang saja, juga tidak masalah. Semua itu kembali lagi pada diri kita masing-masing," imbuh Ida Niang Mangku.
Kesaksian Pamedek
Salah satu pamedek, I Dewa Ketut Adnyana, mengaku baru dua kali datang ke Pura Dalem Tengaling untuk memohon obat bagi anaknya yang sering pingsan.
"Setelah saya periksakan di dokter, hasilnya semuanya normal dan baik-baik saja. Dikarenakan sering anak saya pingsan, saya ajak langsung ke sini. Sampai saat ini, setelah matamba sudah mulai membaik," terang pria dari Tengkulak, Gianyar.
Sejarah Pura Dalem Tengaling
Pura Dalem Tengaling berawal dari Kerajaan Dalem Waturenggong yang menuju daerah Guliang Kangin untuk beryogya dan menjadikan wilayah tersebut kondusif kembali.
Ida Niang Mangku juga menjelaskan bahwa ketika Ida Sang Hyang Subali datang ke Bali, ia mempunyai seorang anak, yaitu Putra Dalem Satria Tamanbali.
Tempat bertapanya tidak jauh dari Pura Dalem Tengaling, yakni di Pucak Cenana.
Hingga saat ini, masih terdapat pohon Taru di jaba pura yang dipercayai sebagai tempat beryoga agar keadaan wilayah tersebut normal kembali.
Temukan lebih banyak informasi tentang Pura Dalem Tengaling, keunikan ritual, dan sejarahnya di situs web kami.
Jelajahi kekayaan budaya dan tradisi yang menjadikan pura ini sebagai tempat suci bagi umat Hindu di Bangli. ***