Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rekomendasi Tempat Melukat di Bali: Pura Pesiraman Manik Tirtha, Ada Goa Misterius, Kejadian Aneh, Keajaiban dan Khasiat Penyembuhan

Putu Agus Adegrantika • Senin, 5 Agustus 2024 | 00:40 WIB

Yeh Lateng Diyakini Bisa Sembuhkan Kurap, Kudis, hingga Koreng
Yeh Lateng Diyakini Bisa Sembuhkan Kurap, Kudis, hingga Koreng

BALIEXPRESS.ID - Pura Pesiraman Manik Tirtha di Banjar Kuning, Desa Tamanbali, Kabupaten Bangli, Bali, terkenal dengan berbagai keunikan dan khasiat airnya.

Selain digunakan untuk memandikan bayi berusia 42 hari dan layon bagi umat Hindu Bali setempat, pancoran di sini diyakini mampu memberikan awet muda dan menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Pancoran Yeh Lateng: Solusi Penyakit Kulit

Pancoran Yeh Lateng di area Pura Pasiraman Manik Tirtha dipercaya oleh warga setempat sebagai penyembuh penyakit kulit.

Tokoh Banjar Kuning, Ngakan Made Setiawan, mengungkapkan kepada Bali Express (Jawa Pos Group), bahwa sejak kecil ia sering mandi di sana untuk mengatasi gatal-gatal dan panu, yang selalu sembuh setelah mandi di pancoran tersebut.

"Biasanya tirtha ini sangat berkhasiat untuk menghilangkan penyakit kurap, kudis, kerek, koreng, dan penyakit kulit lainnya. Hanya cukup mandi di sana dengan menghaturkan canang saja," terangnya. 

Air Terjun Kuning dan Ritual Malukat

Di samping Yeh Lateng, terdapat Air Terjun Kuning yang sangat jernih airnya. Ngakan Setiawan menjelaskan bahwa sebelum melukat di Yeh Lateng, warga membersihkan diri di campuhan, tempat bertemunya dua sumber aliran mata air.

Proses ini diakhiri dengan malukat di Yeh Lateng untuk menyembuhkan penyakit kulit.

Goa Misterius dan Kejadian Aneh

Di ujung wilayah Banjar Kuning, terdapat sebuah goa yang sering terdengar suara genta dan gambelan, diyakini sebagai tempat bersemayamnya Jero Nengah.

Kejadian aneh pernah terjadi ketika sekelompok anak muda dari Denpasar mengalami kesurupan saat berada dekat pura.

Wilayah ini dipercayai sebagai kawasan suci yang digunakan untuk melasti setiap enam bulan sekali dan saat piodalan desa.

Yadnya dan Tradisi Lokal

Di bawah pura terdapat campuhan, pertemuan aliran Tukad Malangit dan Tukad Yeh Pulu, yang digunakan sebagai tempat nganyud saat upacara pengabenan.

Hal ini menjadikan desa ini lengkap dengan tempat pelaksanaan yadnya, sehingga menghemat waktu dan materi.

Pura Pesiraman Manik Tirtha di Banjar Kuning, Desa Tamanbali, Bangli, tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga khasiat penyembuhan yang dipercaya oleh masyarakat setempat.

Tempat ini menjadi saksi berbagai tradisi dan ritual yang memperkaya budaya Bali. ***

Editor : I Putu Suyatra
#melukat #bali #PURA PESIRAMAN MANIK TIRTHA #goa #yadnya #bangli #hindu