Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Eksplorasi Seni Bali: Keunikan Topeng Babad sebagai Warisan Budaya

I Putu Suyatra • Selasa, 6 Agustus 2024 | 14:48 WIB
Topeng Bali
Topeng Bali
BALIEXPRESS.ID - Bali, dikenal sebagai pusat seni yang memikat, baik seni sakral maupun seni profan. Salah satu bentuk seni yang terkenal adalah pementasan Topeng Babad. Apa Itu Topeng Babad?

Topeng Babad adalah pertunjukan topeng yang menggunakan babad sebagai lakon utama.

Babad sendiri adalah cerita kronikal tentang raja-raja Bali maupun luar Bali, dengan karakter seperti raja, menteri, bangsawan, putri, utusan, rakyat, dan lainnya.

Jenis-Jenis Topeng Babad

Menurut Prof. Dr. I Made Bandem, maestro seni dan budayawan Bali, Topeng Babad di Bali terdiri dari dua jenis: Topeng Pajegan dan Topeng Panca.

Kedua jenis topeng ini menggunakan babad dan sejarah sebagai tema utama.

Topeng Pajegan

Topeng Pajegan telah ada di Bali sejak zaman Dalem Waturenggong (1450-1550 M). Kata "Pajegan" mengacu pada kegiatan bisnis pedesaan masyarakat Bali agraris yang berarti memborong atau mamajeg.

Dalam pementasan ini, satu aktor memerankan lebih dari satu karakter, biasanya 8 hingga 12 karakter.

"Dia menampilkan tokoh pangelambar, topeng tua, penasar, bendesa, putri, dan berbagai jenis bondres," ujar Prof Bandem.

Pregina, atau penari Topeng Pajegan, harus menguasai cerita, beberapa bahasa (Kawi, Bali, Indonesia, dan asing), dan memiliki kemampuan khusus untuk memainkan berbagai karakter topeng.

Topeng Pajegan juga berfungsi sebagai sarana upacara keagamaan yang dipentaskan sejajar dengan Wayang Lemah.

Topeng Panca dan Topeng Sapta

Topeng Panca adalah pementasan topeng yang diperankan oleh lima orang penari, berbeda dengan Topeng Pajegan yang hanya diperankan oleh satu orang.

Topeng Panca berkembang menjadi Topeng Sapta, yang menambahkan penari putri dan condong.

Kedua jenis topeng ini mengangkat cerita yang hampir sama dengan Topeng Pajegan, tetapi juga mengangkat cerita baru seperti Mayadenawa, Lawa Netek Bale Bang, Ki Gusti Ngurah Panji Sakti, dan lainnya.

Tabuh yang digunakan dalam pementasan ini termasuk Gilak Wirakesari, Tabuh Telu Werdalumaku, Bapang Gede, Longgor, Jaran Sirig, Oamang, Biakalang, Bapang Selisir, Batel, dan Segara.

Seni Topeng Babad di Bali tidak hanya sebagai bentuk hiburan, tetapi juga sarana pendidikan spiritual dan upacara keagamaan. 

Dengan perkembangannya, seni ini tetap menjaga nilai-nilai tradisional sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman. *** 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pregina #Prof Bandem #topeng #seni #tari #babad