Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menelisik Air Suci yang Ditemukan di Kawasan GWK Bali, Dipercaya Dapat Sembuhkan Penyakit 

Putu Resa Kertawedangga • Jumat, 9 Agustus 2024 | 04:26 WIB
Parahyangan Somaka Giri di Kawasan GWK Cultural Park
Parahyangan Somaka Giri di Kawasan GWK Cultural Park

BALIEXPRESS.ID - Air suci atau tirta bagi umat Hindu di Bali memang berasal dari berbagai sumber. Bahkan ada air suci yang muncul dan ditemukan di kawasan GWK Cultural Park.

Air suci ini pun dibuatkan tempat khusus lengkap dengan palinggih dan diberi nama Parahyangan Somaka Giri.

Juru kunci Parahyangan Somaka Giri, Jero Mangku Wayan Bokor mengaku dirinya diangkat sebagai Jero mangku Parahyangan Somaka Giri sejak tahun 2003. 

Namun air suci atau tirta ini ditemukan jauh sebelum berdirinya GWK.

Kemudian di tahun 1996 dibuatkan Pura berupa Padmasana di lokasi tersebut. 

“Mata air ini sudah lama, tidak bisa diprediksi tahunnya. Mata air ini dipercaya merupakan air suci untuk keperluan masyarakat,” ujar Mangku Bokor, dikutip dari youtube Bali Bercerita.

Tirta ini diminta warga untuk pelaksanaan upacara. 

Bahkan ada juga umat yang meminta air suci untuk hewan atau ternak yang sakit. 

Air suci ini pun dipercikkan ke ternak tersebut. 

Namun Jero Mangku Bokor mengaku, ada juga yang meminta untuk panglukatan. 

Bahkan ada juga warga di luar Hindu yang memohon air tersebut. 

Mangku Bokor pun meminta warga untuk berdoa sesuai dengan kepercayaannya sebelum dipercikkan tirta. 

“Saya mendoakan seperti di Bali (agama Hindu), kalau dia sesuai dengan kepercayaan dia. Kemudian dipercikkan air suci,” paparnya. 

Prosesi ini pun dilakukan layaknya nunas wangsuhpada setelah persembahyangan. 

Selain itu, disebutkan ada juga warga yang memohon keturunan dengan dipercikkan tirta. 

Mangku Bokor juga meminta agar warga memohon dengan doanya sendiri. 

Air suci ini pun dapat diambil melalui sebuah lubang berukuran kecil. 

Namun kedalaman lubang ini dapat mencapai satu meter. 

Menurut Mangku Bokor, dalam lubang tersebut ada tiga lubang. 

“Ada ke timur, ada ke selatan, ada ke barat. Itu tiga lubang,” ucapnya.

Lokasi Parahyangan Somaka Giri terletak di kawasan GWK, tepatnya di sebelah patung Dewa Wisnu lama. 

Bahkan jika ingin bersembahyang ke Parahyangan Somaka Giri tidak akan dipungut biaya masuk ke kawasan GWK. 

Hanya saja tetap diwajibkan menggunakan pakaian sembahyang. 

Jika wisatawan yang ingin berkunjung, telah disiapkan kamen yang wajib digunakan memasuk Parahyangan Somaka Giri. ***

Editor : I Putu Suyatra
#air suci #bali #Penyakit #hindu #gwk #Tirta