Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hati-Hati!Didasari Dendam, Sakit Babahi Bisa Menyerang Siapa Saja, Kenali Ciri-Cirinya

I Putu Mardika • Selasa, 13 Agustus 2024 | 04:16 WIB

Ida Bagus Gede Arsana (kiri) dalam perbincangan dengan Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, M.S dalam YouTube Yudha Triguna Channel terkait penyakit Babahi
Ida Bagus Gede Arsana (kiri) dalam perbincangan dengan Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, M.S dalam YouTube Yudha Triguna Channel terkait penyakit Babahi
BALIEXPRESS.ID-Babahi adalah sejenis penyakit non medis yang dilakukan oleh orang yang berniat jahat. Upaya mengirimkan penyakit bebai bisa dilakukan jika seseorang memiliki dendam dengan tujuan untuk menyakiti secara niskala.

Babahi dalam kamus Bahasa Bali adalah merupakan roh jahat yang menyebabkan penyakit seperti orang gila, hal ini dikarenakan penderita yang terkena babahi tidak sadarkan diri.

Orang yang terkena Babahi, tidak menyadari apa yang terjadi pada dirinya dan penyakit dalam tubuhnya tersebut akan memberikan respon yang negatif sehingga penderita akan mengalami ketakutan berlebih, dada terasa berdebar lebih cepat disebabkan dalam tubuh individu terdapat kekuatan gaib.

Babahi akan mudah menyerang remaja yang dalam kondisi kotor badan (haid), remaja yang akil balig, mereka yang suka melamun, anak yang manja dan pada saat memasuki perkawinan, serta di saat mengalami depresi.

Orang yang terkena babahi atau babainan, biasanya karena hasil pekerjaan orang yang merasa tidak suka atau sakit hati dengan keluarga korban. Mereka akan memasang baik mencari atau dengan membeli.

Baca Juga: Demam Berdarah Bisa Sembuh dengan Usada Bali: Perpaduan Kearifan Lokal dan Ayurweda

Pelaku akan memasang pada lebuh atau pekarangan korban, ada juga dengan cara dikirimkan mempergunakan guna–guna serta mantra tertentu.

Praktisi atau penekun Lontar, Ida Bagus Gede Arsana dari Geriya Arsa Mayun Buduk, dalam YouTube Yudha Triguna Channel menjelaskan Babahi merupakan penyakit yang diakibatkan oleh pengaruh dari faktor non medis atau niskala.

Sedangkan bebainan kondisi dimana sakit seseorang yang diakibatkan faktor tersebut seperti disebutkan dalam Lontar Sesapa Babahi

Kondisi ini membuat orang yang terkena pengaruh bebai menjadi frustasi dan putus asa. Karena kalau pengobatan medis sering tidak sembuh.

Terkadang kalau mencari alternatif sembuh hanya beberapa Kliwon atau sekitar 5-10 hari. Kemudian bisa kambuh lagi.

Gejala yang ditimbulkan oleh Babahi ini adalah merasa sensitifitas emosi yang tinggi. Merasa vibrasi getaran kalau menguap akan terkontaminasi. Seperti kalau ada orang teriak dia akan ikut teriak.

“Termasuk memiliki rasa tidak nyaman, tekanan kejiwaan. Menjelang kajeng kliwon, merasa tidak nyaman, ingin menangis dan berpotensi menyakit diri sendiri. Karena merasa ada kekuatan gaib yang tidak bisa dilihat yang ada di dalam tubuhnya. Sehingga silit mengendalikan diri,” ungkapnya.

Di dalam Lontar Babahi disebutkan beberapa jenis bebai. Sehingga susah untuk mengobatinya. Bebai itu memiliki pasukan Mas Rajeg Bumi yang memiliki pasukan 30 jenis Babahi. Seperti Jaya Satru, Belog, Bongol, dan lainnya

“Tergantung dimana letak Babahi di dalam tubuh yang sakit. Disana disebutkan, kalau di kepala mengalami bebai, maka sakitnya akan seperti ditusuk-tusuk, ngomongnya, ngawur, seperti orang gila,” jelasnya.

Apabila penyakit Babahi turun di leher, maka orang tersebut akan pingsan, lemas, dan tidak ingat dengan diri. Kalau Babahi mengenai di pangkal lidah atau di mulut, maka akan sering keserungan, berbicara ngawur dan kedewan-dewan.

Baca Juga: Arak dalam Tradisi Usada Bali: Sembuhkan Orang Gila dan Kena Guna-guna: Ini Racikannya

Apabila Babahi berada pada persendian, pagelangan, maka tubuh akan merasa ngilu, kaku dan kejang-kejang. Ini berbeda dengan sakit karena kolesterol dan letak sakitnya beda.

“Kalau Babahi biasnaya tidak sadarkan diri, mual-mual, dan sakitnya seperti berjalan. Akan dirasakan orang bebainan. Sehingga disebut sakit niskala,” sebutnya.

Karena sakit berpindah- pindah, sehingga sulit untuk diobati, berganti-ganti dengan tiga puluh pasukan. Sehingga sering membohongi. Inilah akibatnya karena perkataan orang yang mengalami sakit Babahi itu susah dipercaya.

Ia menambahkan, misal saat diobati, Penyakit Babahi sering bilang akan keluar dari tubuh orang yang dijangkitinya, begitu yang mengobati pergi, maka penyakit ini akan sering muncul lagi.

Sering juga menunjuk orang, menantang. Penyakit Babahi juga sering membuat hubungan sebuah menjadi tidak kondusif karena memfitnah orang lain menyakitinya. Sehingga ia menyarankan agar jangan pernah mempercayai babahi, karena sering menipu dan berbohong.

“Karena Babahi itu bisa diperjualbelikan oleh orang-orang yang berniat jahat, karena bertujuan untuk sakit-sakit tertentu. Itulah dapat menyerang secara fisik dan psikis,” paparnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#bali #Babahi #Penyakit #niskala #gaib