BALIEXPRESS.ID - Perkembangan pesat pembangunan di Kota Denpasar telah membawa dampak signifikan terhadap beberapa pura atau tempat suci Hindu Bali yang berada di wilayah tersebut.
Salah satunya adalah Pura Ulun Suwi yang terletak di Jalan Angsoka, Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar, yang kini telah berubah menjadi Pura Swagina Taman Sari.
Pura Ulun Suwi, yang dulunya dikelilingi oleh hamparan sawah dan menjadi stana Dewi Sri, mengalami perubahan fungsi dan nama seiring dengan alih fungsi lahan sawah menjadi bangunan beton.
Pemangku Pura Taman Sari, I Gusti Ngurah Raka, menyatakan bahwa perubahan ini mengakibatkan pura tersebut kini menjadi tempat pemujaan Bhatara Sri Sedana, yang melambangkan kemakmuran pedagang, menggantikan Dewi Sri yang sebelumnya merupakan simbol kesejahteraan tanaman padi.
Perubahan Nama dan Fungsi Pura
Perubahan signifikan ini terjadi setelah Pura Ulun Suwi diambil alih oleh Desa Dangin Puri Kanginan, yang terdiri dari tujuh banjar, dan dilakukan renovasi serta perubahan nama menjadi Pura Swagina Taman Sari pada tahun 2006.
Peresmian perubahan tersebut ditandai dengan upacara pemlaspasan dan mendem pedagingan, menjadikan pura ini resmi sebagai Pura Swagina yang fungsional bagi masyarakat sekitar.
Pengaruh Perubahan Lingkungan Terhadap Pura
Dulunya, Pura Ulun Suwi berada di tengah area persawahan yang luas, namun kini seluruh lahan sawah tersebut telah berubah menjadi bangunan beton.
Akibatnya, pura ini tidak lagi memiliki krama subak untuk mengemponnya, sehingga diambil alih oleh warga setempat dan direnovasi menjadi Pura Swagina.
Menurut Jero Mangku Raka, pura ini sekarang menjadi tempat bersembahyang bagi warga sekitar, termasuk pegawai kantor dan pelajar yang kerap datang untuk matur piuning sebelum menghadapi ujian atau kegiatan penting di GOR Ngurah Rai yang berada di dekatnya.
Beberapa insiden kesurupan dilaporkan terjadi ketika upacara adat tidak dilakukan di pura ini sebelum melaksanakan kegiatan, menunjukkan betapa pentingnya peran spiritual Pura Swagina Taman Sari bagi komunitas setempat.
Suasana Sakral Pura Swagina Taman Sari
Pura Swagina Taman Sari memiliki suasana yang sangat berbeda dengan lingkungannya yang dikelilingi oleh bangunan beton.
Di dalam jeroan pura, terdapat tiga pohon besar—pohon kepuh, kepah, dan pule—yang memberikan kesejukan dan ketenangan, menciptakan atmosfer yang lebih mirip dengan pura di pedesaan daripada di tengah kota Denpasar.
Pelaksanaan piodalan di pura ini bertepatan dengan purnama jiyestha setiap tahunnya dan berlangsung selama tiga hari.
Pura ini juga dianggap sebagai persimpangan spiritual untuk pengabih Bhatara Dalem Ped dan Ratu Niang Sakti, yang diyakini hadir di antara tiga pohon besar tersebut, menambah kesakralan pura ini. ***
Editor : I Putu Suyatra