BALIEXPRESS.ID - Pura Dang Kahyangan Prapat Agung, yang terletak di dalam kawasan hutan lindung Taman Nasional Bali Barat, memiliki keunikan dan sejarah penting bagi umat Hindu di Bali.
Salah satu daya tarik utamanya adalah telaga air yang berwarna-warni, yang menjadi daya pikat tersendiri bagi pengunjung.
Selain itu, Pura Prapat Agung juga dikenal sebagai salah satu tempat cikal bakal peradaban masyarakat Bali.
Menurut Lontar Dwijendra Tattwa, sebuah naskah kuno yang mengisahkan perjalanan suci Dang Hyang Nirartha (tokoh Hindu Bali), terdapat 35 tempat yang berkaitan dengan perjalanan spiritual beliau.
Tempat-tempat tersebut kemudian dijadikan pura untuk mengenang dan memuja jasa Dang Hyang Nirartha, salah satunya adalah Pura Prapat Agung.
Berdasarkan Lontar Dwijendra Tattwa, Pura Prapat Agung adalah lokasi asal permandian Ida Bhatara Sakti Dwijendra.
Di sinilah Dang Hyang Nirartha memulai eksplorasinya terhadap peradaban masyarakat Bali, yang ditandai dengan adanya tempat "payogan" bersemadhi di sisi kiri Utama Mandala Pura Prapat Agung.
Selain itu, Dang Hyang Nirartha juga menciptakan sebuah telaga yang diperuntukkan bagi hewan-hewan yang kehausan.
Telaga ini memiliki keajaiban tersendiri, karena tidak pernah kering meskipun terjadi kemarau panjang.
Di sisi utara telaga, kini berdiri Pura Taman Beji sebagai bagian dari Pura Dang Kahyangan Prapat Agung.
Pujawali Pura Prapat Agung dirayakan setiap Hari Purnama Sasih Kalima. ***