BALIEXPRESS.ID – Pura Dalem Gede Kebon di Desa Buduk, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, menyimpan berbagai keunikan yang menarik perhatian. Mulai dari pemangku, sarana ritual, hingga air sumur yang dipercaya memiliki khasiat penyembuhan, pura ini menjadi salah satu tempat suci Hindu Bali yang dihormati di wilayah tersebut.
Pura Dalem Gede Kebon yang awalnya dimiliki oleh Desa Buduk kini diempon oleh warga Banjar Tengah dan Tampak Kerep.
Menurut Panglingsir Pura, I Made Murdin, pura ini disungsung oleh 100 Kepala Keluarga (KK), dengan 62 KK di antaranya secara rutin memberikan urunan wajib, sementara sisanya berkontribusi melalui dana punia.
Pura ini menggelar piodalan setiap Anggara Kasih (Selasa Kliwon) Wuku Tambir, menjadikannya sebuah pura umum yang disakralkan oleh masyarakat setempat.
Berdasarkan cerita dari para tetua, Pura Dalem Gede Kebon merupakan pura pertama yang berdiri di Desa Buduk.
Ritual dan Palinggih di Pura Dalem Gede Kebon
Pura ini memiliki beberapa palinggih yang penting, seperti Palinggih Ratu Gede, Gedong, Palinggih Ratu Biang, serta balai tempat Tapakan berupa Rangda dan Barong.
Jro Mangku I Made Radih, pemangku yang telah melayani selama lebih dair 20 tahun, menjelaskan bahwa Rangda melambangkan Ratu Niang, sedangkan Barong Macan melambangkan Ratu Gede, Rarung, dan Hanuman.
Selain itu, pura juga memiliki rencang berupa kuda berwarna hijau.
Sebelum piodalan, para pamedek biasanya melakukan Tabuh Rah, sebuah ritual yang dianggap wajib.
Pernah terjadi kejadian di mana Tabuh Rah tidak dilaksanakan, yang kemudian menyebabkan seseorang mengalami karauhan (kerasukan) saat piodalan, mengingatkan mereka bahwa ritual tersebut tidak boleh dilewatkan.
Selain Tabuh Rah, pamedek juga melakukan patirtan di Pura Beji, yang terletak sekitar setengah kilometer di timur pura.
Pura Dalem Gede Kebon juga memiliki tiga pemangku yang bertugas saat piodalan, masing-masing melayani di palinggih yang berbeda.
Air Sumur Bertuah untuk Pengobatan
Pura Dalem Gede Kebon dikenal sebagai tempat untuk nunas tamba atau memohon pengobatan.
Air dari sumur pura ini dipercaya memiliki khasiat penyembuhan, terutama untuk penyakit kulit seperti herpes dan gendongan (penyakit tenggorokan).
Banyak umat yang datang ke pura ini mengklaim sembuh setelah menggunakan air tamba yang dimohonkan dari pura.
Cara nunas tamba di Pura Dalem Gede Kebon sangat sederhana. Pamedek hanya perlu membawa canang dan memberitahukan pemangku untuk membantu dalam persembahyangan.
Air tamba kemudian dibawa pulang dan digunakan untuk mengobati yang sakit.
Proses Unik dan Sarana Ritual
Selain proses nunas tamba, sarana ritual di Pura Dalem Gede Kebon juga memiliki keunikan tersendiri.
Ritual menggunakan nasi wong dengan bentuk manusia, ular, dan kuda, di mana nasi wong berbentuk ular berwarna poleng (hitam putih selang-seling), nasi wong berbentuk kuda berwarna hijau, dan nasi wong berbentuk manusia berwarna putih dengan pecut berwarna emas.
Pura Dalem Gede Kebon, dengan segala keunikan dan kesakralannya, menjadi tempat yang penting bagi masyarakat Desa Buduk dan sekitarnya.
Pura ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat spiritual yang memberikan harapan dan penyembuhan bagi banyak orang. ***
Editor : I Putu Suyatra