Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Pura Sakti di Pejarakan: Dari Hutan Belantara hingga Menjadi Pura Sakral Umat Hindu Bali dan Tempat Nunas Tamba

I Putu Mardika • Senin, 19 Agustus 2024 | 18:21 WIB
Pura Sakti di Desa Pejarakan di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali
Pura Sakti di Desa Pejarakan di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali

BALIEXPRESS.ID - Desa Pejarakan di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, memiliki Pura Sakti, tempat suci Hindu yang menawan.

Dahulu, tempat ini hanyalah hutan belantara. Transformasi ini bermula dari pawisik yang diterima oleh empat penekun spiritual saat bersemedi di Pura Mpu Baradah, Kediri, Jawa Timur, pada tahun 2006.

Pura Sakti yang terletak sekitar 200 meter di utara jalan raya Singaraja-Gilimanuk ini menawarkan suasana asri di tengah hutan rimbun.

Akses menuju pura telah dibeton, memudahkan pemedek untuk berkunjung.

Namun, siapa sangka sebelumnya kawasan ini hanyalah hutan yang sering dijadikan tempat menggembala sapi oleh warga setempat karena terdapat sumur alami yang digunakan sebagai sumber air.

Menurut Jro Nyoman Suartha, salah satu penekun spiritual yang menjadi saksi sejarah, pawisik tersebut memerintahkan mereka untuk mencari sumur gaib di bawah pohon besar di wilayah Gerokgak dan mendirikan pura dengan batu gunung hitam di lokasi tersebut.

Proses pencarian lokasi yang tepat memakan waktu tiga tahun hingga akhirnya menemukan titik yang dimaksud setelah bertemu seorang laki-laki di pinggir hutan.

Setelah menemukan sumur tua di bawah pohon yang dikenal sebagai pohon Kroya, proses pembangunan Pura Sakti pun dimulai.

Sumur tersebut dikenal unik karena tingkat kedalamannya tidak dapat diukur secara akurat, bahkan dengan alat canggih sekalipun.

Pura Sakti mulai dibangun secara bertahap sejak Purnama Jestha pada Mei 2009, dengan dukungan dari para donatur dan pemedek.

Menurut Jro Suartha, Pura Sakti adalah petilasan Dang Hyang Nirartha, yang dalam lontar Dwijendra Tattwa disebutkan bahwa Beliau pernah bersemedi di lokasi ini saat perjalanan spiritualnya ke Bali Utara.

Pura ini juga dipercaya memiliki kekuatan spiritual luar biasa, termasuk sebagai pusat pengobatan non-medis.

Kini, Pura Sakti menjadi salah satu tujuan spiritual penting di Bali, di mana banyak pemedek datang untuk sembahyang dan nunas tamba melalui prosesi panglukatan di sumur purba yang ada di areal pura ini. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#melukat #bali #Pura Sakti #pejarakan #hindu #tamba #sejarah #buleleng