BALIEXPRESS.ID - Prosesi Upacara Pitra Yadnya atau ngaben bagi umat Hindu Bali di Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, berlangsung berbeda dari desa-desa lainnya.
Di mana pengarakan bade di sana harus melewati pantai atau berada di dalam laut untuk menuju kuburan desa setempat.
Seperti yang dilakukan pada Jumat (23/8) saat pasemetonan Dadia Para Gotra Sentana Dalem Tarukan melakukan prosesi pengabenan tersebut.
Terlihat sebelum memasuki kuburan desa setempat, lembu dan juga bade lebih dulu masuk ke laut untuk di arak.
Perlahan lembu dan bade tersebut berjalan di tengah laut menuju ke arah kuburan.
Kemudian sesampainya di sana, keduanya itu mulai dinaikkan dan dilanjutkan dengan prosesi berikutnya di kuburan tersebut.
Prosesi ini pun disaksikan banyak orang.
Mulai dari pasemetonan, sejumlah krama Desa Adat Padangbai, hingga turis mancanegara yang akan menuju Gili Trawangan melalui pelabuhan rakyat Padangbai.
Desa Adat Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem memiliki tradisi tersendiri dalam melaksanakn upacara Pitra Yadnya atau pengabenan.
Di desa tersebut, wadah atau petulangan diarak ke tengah laut.
Pelaksanaan yang sampai membawa ke tengah laut ini menjadi satu-satunya yang dilaksanakan di Kabupaten Karangasem.
Penglingsir Dadia Dalem Tarukan Padangbai I Made Suryanata Sari mengungkapkan, pada pengabenan kali ini terdapat enam sawa (sebutan jenazah saat ngaben) yang berasal dari keluarganya.
Sesuai dengan dresta di sana, pengabenan pun dilaksanakan melewati laut untuk menuju ke kuburan.
“Ini sudah menjadi tradisi dan dresta di desa kami,” ujarnya.
Konon dari cerita yang didapat sebelumnya, saat itu jalan untuk menuju setra kecil sehingga untuk mengarak wadah atau petulangan tidak bisa melalui jalan tersebut.
Dresta ini pun tetap dijalankan secara turun temurun, sekalipun tidak ada yang mengetahui pasti sejak kapan itu berlaku.
Disamping itu, makna dari dilaksakannya pengarakan ke tengah laut juga sebagai prosesi pembersihan untuk diri.
Sehingga apabila terdapat prosesi ngaben di sana pastinya akan berjalan di tengah laut. ***
Editor : I Putu Suyatra