Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Sempengot di Bali: Penyakit Aneh atau Akibat Ilmu Hitam?

I Putu Suyatra • Minggu, 25 Agustus 2024 | 21:55 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

BALIEXPRESS.ID - Penyakit yang dikenal dengan sebutan "Sempengot" telah lama menjadi misteri di kalangan masyarakat Hindu Bali.

Kondisi ini membuat mulut seseorang berubah dari bentuk aslinya, seperti bagian mulut sebelah kiri yang tertarik ke bawah, sehingga wajah terlihat aneh.

Menariknya, banyak yang percaya bahwa gangguan saraf ini bukan sekadar masalah medis, melainkan akibat dari ilmu hitam atau black magic. Benarkah demikian?

Antara Mitos dan Realitas

I Nyoman Kanduk Supatra, seorang penulis keagamaan, mengungkapkan bahwa kepercayaan masyarakat Hindu Bali terhadap Sempengot sebagai hasil dari black magic masih kuat.

Menurutnya, kepercayaan ini berkembang dari kehidupan agraris masyarakat, di mana tindakan mencuri hasil kebun orang lain sering dikaitkan dengan hukuman gaib berupa Sempengot.

“Masyarakat meyakini bahwa petani yang tanamannya dicuri telah menyisipkan kekuatan black magic untuk memberi ganjaran kepada pencuri,” ujar Kanduk.

Lontar Canting Mas: Jejak Misteri dalam Naskah Kuno

Menariknya, dalam lontar Canting Mas koleksi Pusdok Bali, terdapat catatan mengenai Dewa yang dapat dimintai bantuan untuk memberi peringatan kepada pencuri dengan cara mengubah bentuk mulut mereka.

Lontar ini juga memuat sarana upacara dan mantra yang digunakan untuk mengaktifkan kekuatan gaib tersebut, yang bersumber dari palinggih di sawah atau ladang, seperti Palinggih Panunggun Karang dan Palinggih Sedahan Abian.

Dilema Antara Kepercayaan dan Ilmu Medis

Secara medis, Sempengot dikenal sebagai gangguan saraf ketujuh yang mengakibatkan otot wajah tertarik ke posisi yang tidak normal.

Penyebabnya bisa jadi karena paparan suhu dingin, terutama jika seseorang sering berkendara tanpa helm.

Namun, bagi masyarakat Bali, khususnya umat Hindu, yang menjadi pertanyaan utama adalah: apakah orang tersebut mengalami Sempengot setelah mencuri di ladang?

Jika ya, maka penyakit ini dianggap sebagai hukuman dari kekuatan gaib yang ditanamkan oleh Dewa penjaga sawah.

Tradisi yang Memudar

Di era modern ini, praktik memasukkan black magic ke dalam tanaman semakin jarang dilakukan.

Selain karena lahan pertanian yang semakin berkurang, masyarakat juga mulai meninggalkan tradisi ini.

Namun, kisah Sempengot tetap menjadi pengingat akan pentingnya kejujuran dan karma dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah Sempengot murni gangguan medis atau hasil dari kekuatan gaib?

Misteri ini terus menjadi topik perbincangan yang menarik, mengundang rasa penasaran siapa pun yang mendengarnya. *** 

 

 
Editor : I Putu Suyatra
#Sempengot #bali #I Nyoman Kanduk Supatra #ilmu hitam #hindu #medis #Saraf