Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Dalem Pasung Grigis: Patung Mahapatih dan Ritual Hindu Bali yang Mengundang Penasaran

Putu Agus Adegrantika • Senin, 26 Agustus 2024 | 20:48 WIB
Pura Dalem Pasung Grigis, yang terletak dekat Pura Dalem Kahyangan Tiga di Banjar Tengkulak Mas, Desa Tengkulak Kelod, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar
Pura Dalem Pasung Grigis, yang terletak dekat Pura Dalem Kahyangan Tiga di Banjar Tengkulak Mas, Desa Tengkulak Kelod, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar

BALIEXPRESS.ID - Pura Dalem Pasung Grigis, yang terletak dekat Pura Dalem Kahyangan Tiga di Banjar Tengkulak Mas, Desa Tengkulak Kelod, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, menyimpan sejarah dan ritual Hindu Bali menarik yang layak untuk ditelusuri.

Di pura ini, terdapat patung yang diyakini mewakili Mahapatih dari zaman kerajaan Bedahulu dan Karangbuncing. Namun, apa sebenarnya cerita di balik patung ini?

Legenda Patung Mahapatih dan Ritualnya

Menurut Panglingsir Pura Dalem Pasung Grigis, Made Sulandra, patung yang ada di pura ini mewakili Patih Pasung Grigis yang konon memiliki anjing sebagai rencangan atau pendamping setia dalam perjalanannya.

Patung ini tidak hanya menjadi bagian penting dari sejarah, tetapi juga simbol spiritual yang dihormati oleh 40 kepala keluarga di desa setempat.

"Dulu, hanya ada delapan kepala keluarga yang merawat pura ini. Namun, seiring berkembangnya keluarga dan keturunan, jumlahnya kini menjadi 40," jelas Sulandra, mantan kelihan pura yang telah lama menekuni dunia spiritual ini.

Persiapan Upacara dan Makna Ritual

Upacara penting di Pura Dalem Pasung Grigis dilaksanakan pada hari Anggara Kasih Medangsia, yang melibatkan penyungsung dari desa serta beberapa orang dari luar desa.

Sementara itu, piodalan di Pura Dalem Kahyangan Tiga, yang berada di sebelahnya, dilakukan pada Tilem, yakni ketika Tilem bertemu Pasah setelah perayaan Kuningan.

Sulandra juga menambahkan bahwa setiap pertunjukan tari atau sendra tari yang berkaitan dengan cerita Pasung Grigis harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari pura.

Hal ini penting untuk mendapatkan restu dan kelancaran dalam pelaksanaannya.

Bahkan, pernah ada kasus di mana sebuah sanggar tari yang tidak meminta izin terlebih dahulu mengalami kecelakaan saat pentas.

Kisah Penempatan Patung dan Kesalahan Ritual

Menurut Made Mudana, pemangku pura yang tengah mempersiapkan piodalan, setiap elemen yang berkaitan dengan Pasung Grigis harus terlebih dahulu melaksanakan matur piuning (permohonan izin) untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan petunjuk pura.

Salah satu contoh adalah pembuat patung Pasung Grigis yang berdiri di ujung jalan Desa Tengkulak.

Ia sempat mengalami sakit selama proses pembuatan patung tersebut, yang diduga akibat tidak adanya petunjuk atau izin dari pura.

"Patung di jaba pura ini tidak sembarangan dibuat. Harus berdasarkan pawisik atau arahan dari orang pintar. Rencangan seperti anjing dibuat di samping patung, bukan di selangkangan Pasung Grigis itu sendiri," kata Mudana.

Kesalahan dalam penempatan rencangan dan kurangnya matur piuning diyakini menjadi faktor utama mengapa pembuat patung tersebut mengalami kesulitan.

Pura Dalem Pasung Grigis bukan hanya tempat ibadah bagi umat Hindu Bali setempat, tetapi juga sebuah situs dengan sejarah dan ritual yang mendalam, penuh dengan makna dan kepercayaan lokal.

Dengan setiap upacara dan pembuatan patung yang memerlukan izin khusus, tempat ini terus menjadi pusat perhatian bagi mereka yang ingin memahami lebih dalam tentang tradisi dan spiritualitas Bali. ***

Editor : I Putu Suyatra
#ritual #bali #gianyar #hindu #sejarah #sukawati #tradisi #Pura Dalem Pasung Grigis