Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Pura Petitenget: Pantangan Sakral dan Penjaga Gaib di Pantai Kerobokan, yang Melanggar Alami Peristiwa yang Sulit Dipercaya

I Putu Suyatra • Kamis, 29 Agustus 2024 | 02:51 WIB
Pantai Petitenget di Kerobokan, Badung, memiliki beberapa pantangan
Pantai Petitenget di Kerobokan, Badung, memiliki beberapa pantangan

BALIEXPRESS.ID - Pura Petitenget, salah satu tempat suci Hindu Bali yang terletak di Jalan Raya Petitenget, di ujung barat laut Desa Kerobokan, Badung, bukanlah sekadar pura di tepi pantai.

Setiap tahun, tiga desa adat, yaitu Kerobokan, Dalung, dan Padang Sambian, melaksanakan upacara pamlastian di sini.

Namun, di balik kemegahan upacara tersebut, tersembunyi pantangan sakral yang harus dihormati oleh setiap orang yang berkunjung ke pantai ini.

Jro Mangku Gede I Made Widra, pemangku Pura Petitenget, mengungkapkan bahwa pantai Petitenget memiliki kesucian yang luar biasa.

"Siapa pun dilarang keras melaksanakan upacara nganyut sekah atau sawa di pantai ini," tegasnya pada Kamis (8/2).

Larangan ini bukan hanya sekadar keyakinan, tetapi juga karena pantai tersebut menjadi tempat bersemayamnya makhluk gaib seperti buaya kuning, kepiting raksasa, dan ikan gabus yang mendiami campuhan Sungai Sri Nadi.

Kisah mistis pernah terjadi di sini. Dahulu, sebuah keluarga mengabaikan larangan tersebut dan menghanyutkan abu atau sawanya di Pantai Petitenget.

Awalnya, tidak ada tanda-tanda bahaya yang muncul.

Namun, setelah beberapa waktu, keluarga tersebut mendapat pertanda bahwa atma yang diaben tidak bisa kembali ke merajan karena masih diikat oleh Bhatara di Pura Petitenget.

Baru setelah dilakukan upacara panebusan, atma tersebut akhirnya bisa dikembalikan.

"Sejak saat itu, tidak ada yang berani melanggar larangan ini dan nganyut upacara Pitra Yadnya di pantai ini," jelas Mangku Gede. Bahkan, jalan di depan pura pun dianggap pantang dilewati oleh upacara Pitra Yadnya.

Pura Petitenget juga menyimpan kisah mistis lainnya.

Di dalam pura, terdapat palinggih Naga Gombang, seekor naga yang dipercaya sebagai penjaga pura.

Dahulu, naga ini bersemayam di sebuah pohon saba besar di utara pura. Ketika pohon tersebut ditebang untuk keperluan renovasi, terjadi keanehan.

Hingga siang hari, pohon tersebut tak kunjung tumbang, namun pada malam harinya, pohon itu tumbang dengan sendirinya tanpa merusak bangunan sekitar.

Akibat peristiwa ini, dibangunlah sebuah palinggih dengan goa di bawahnya sebagai tempat bersemayam Naga Gombang.

Konon, naga ini sering menampakkan diri dalam wujud kecil yang kemudian berubah menjadi besar.

"Namun, seiring ramainya kawasan ini, beliau jarang muncul lagi. Dulu, penampakan beliau lebih sering terjadi," tutup Mangku Gede.

Pura Petitenget, dengan segala keangkerannya dan misteri yang menyelimutinya, tetap menjadi tempat yang dihormati dan dijaga kesuciannya oleh masyarakat sekitar.

Pantangan-pantangan yang ada di sana bukan sekadar cerita, tetapi bagian dari warisan budaya yang sarat makna dan harus terus dijaga. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pantangan #kerobokan #pantai #hindu #pura petitenget