Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Keunikan Kera di Sangeh Bali: Ritual dan Misteri yang Mengundang Rasa Ingin Tahu

I Putu Suyatra • Minggu, 1 September 2024 | 03:21 WIB
Kerah di Sangeh
Kerah di Sangeh

BALIEXPRESS.ID - Di balik keindahan Hutan Pala Sangeh, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali yang dihuni oleh sekitar 600 kera jinak, terdapat sisi misterius yang membuat kawasan ini semakin menarik.

Kera-kera ini tidak hanya bersikap ramah, tetapi juga memiliki kebiasaan unik dan ritual yang mengejutkan.

Ketika salah satu dari mereka mati, puluhan kera akan berkumpul dan menjaga jenazah temannya hingga prosesi penguburan selesai.

Hal ini membuat interaksi dengan kera-kera tersebut menjadi sangat menarik dan penuh teka-teki.

Menurut Pemangku Pura Pucak Bukit Sari, Ida Bagus Nyoman Purna, “Jika seseorang mencoba mengambil mayat kera tanpa izin, segerombolan kera akan marah dan bisa menyerang. Namun, jika petugas khusus yang mengambilnya, mereka akan mengikuti hingga ke kuburan khusus untuk kera.”

Setelah proses penguburan, kera-kera tersebut akan meninggalkan lokasi dan tidak akan meninggalkan jejak selain bekas lubang yang ditutupi semak-semak.

Ada pula kepercayaan lokal yang mengharuskan seseorang yang menabrak kera di jalan raya untuk kembali dalam waktu lima hari dan melakukan ritual permohonan maaf.

“Jika tidak, orang tersebut mungkin akan diganggu oleh bayangan kera atau makhluk aneh yang berbentuk seperti kera,” tambah Ida Bagus Nyoman Purna.

Kejadian menarik terjadi pada seorang sopir yang menabrak kera dan melanjutkan perjalanan tanpa berhenti.

Beberapa jam kemudian, ia mengalami gangguan saat kaca mobilnya dicakar oleh bayangan kera besar di kawasan Gilimanuk, Jembrana.

Ritual permohonan maaf dengan sesajen Banten Pejati dan Salaran diyakini dapat mencegah gangguan tersebut.

Kejadian lain yang mencuri perhatian adalah insiden dengan seorang pelajar yang menampar kera saat berkunjung.

“Beberapa menit kemudian, pelajar tersebut tampak panik dan berlari liar, dikejar oleh bayangan kera besar yang seolah ingin membunuhnya,” kata Ida Bagus Nyoman Purna.

Setelah meminta maaf, pelajar itu baru sadar dan mengaku merasa diteror oleh kera besar.

Ida Bagus Nyoman Purna menekankan bahwa kera-kera di Sangeh dianggap sebagai binatang suci yang bertugas menjaga kesucian pura.

Oleh karena itu, pengunjung disarankan untuk tidak mengganggu kera-kera tersebut.

Dengan segala keunikannya, Hutan Sangeh menawarkan lebih dari sekadar pemandangan alam, tetapi juga pengalaman spiritual dan budaya yang menantang rasa ingin tahu Anda. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #kera #sangeh #badung