Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Beji Indrakila, Tempat Melukat Sakral yang Dipercaya Pelancar Ujian: Misteri dan Makna di Balik Sumber Air Suci

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 5 September 2024 | 14:02 WIB
Beji Gunung Taman Indrakila di Payangan, Gianyar
Beji Gunung Taman Indrakila di Payangan, Gianyar

BALIEXPRESS.ID - Terletak jauh dari hiruk pikuk pemukiman, Beji Gunung Taman Indrakila di Payangan, Gianyar memiliki daya tarik tersendiri bagi umat Hindu Bali di sekitarnya.

Meski tersembunyi, tempat melukat ini dikenal luas oleh masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa yang mencari berkah menjelang ujian.

Selain untuk membersihkan diri secara fisik dan rohani, beji ini juga sering dijadikan lokasi panglukatan untuk memohon kelancaran dalam menghadapi ujian hidup, baik akademis maupun kehidupan sehari-hari.

Apa rahasia di balik air suci ini?

Menurut tokoh Desa Pakraman Selat, I Made Suarjaya, banyak pelajar datang ke beji ini saat menghadapi ujian nasional maupun skripsi.

Mereka berharap diberkahi kemudahan dan kelancaran. "Menjelang ujian nasional, banyak yang nangkil untuk mohon kelancaran. Bahkan, ada yang datang khusus untuk panglukatan sebelum ujian skripsi," ungkap Suarjaya ketika diwawancarai di rumahnya di Desa Selat Buahan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali.

Meski beji ini sudah ada sejak lama, sejarah tertulisnya belum ditemukan. Panglingsir yang mengetahui asal-usulnya pun sudah tiada.

"Sejak saya kecil, beji ini sudah ada, tapi tidak ada catatan tertulis tentang asal-usulnya," tambah Suarjaya.

Uniknya, Pura Beji Indrakila tidak memiliki piodalan khusus, melainkan menjadi bagian dari ritual di Pura Sukaluwih, yang berjarak sekitar satu kilometer.

Beji Indrakila: Tempat Panglukatan dan Melasti

Selain sebagai tempat panglukatan, Beji Indrakila juga digunakan untuk melasti dalam rangkaian upacara di Pura Sukaluwih.

Meski berada jauh di atas Sungai Ayung dengan medan yang cukup menantang, banyak warga dari luar desa yang datang untuk mengambil tirta suci.

"Air dari pancuran di sini dipercaya bisa membantu melancarkan berbagai ujian, baik ujian akademis maupun ujian hidup," jelas Suarjaya.

Pemangku Pura Sukaluwih, Wayan Selang, menambahkan bahwa tidak ada aturan khusus mengenai sesajen yang harus dibawa saat panglukatan.

"Orang yang datang bisa membawa pejati atau canang sederhana, tergantung keikhlasan masing-masing," katanya.

Pancuran air di sekitar Pura Indrakila sering digunakan untuk mabayauh atau membersihkan diri saat otonan seseorang.

Menantang Ratusan Anak Tangga dan Indahnya Alam

Perjalanan menuju Beji Indrakila memerlukan stamina ekstra, mengingat lokasinya berada di antara jurang dan harus menuruni ratusan anak tangga beton.

Namun, kelelahan akan terbayar dengan keindahan alam sekitar. Suara burung yang bersahutan dan pemandangan Sungai Ayung yang megah membuat perjalanan terasa seperti petualangan di alam mimpi.

Bagi yang ingin mengunjungi tempat sakral ini, dari Denpasar, perjalanan memakan waktu sekitar satu jam.

Setelah mencapai Pasar Payangan, lanjutkan perjalanan sekitar satu kilometer ke utara hingga menemukan papan menuju Desa Buahan.

Meskipun letaknya tersembunyi, pengalaman spiritual dan ketenangan yang ditawarkan Beji Indrakila menjadikannya destinasi yang patut dikunjungi, terutama bagi mereka yang mencari berkah dan kelancaran dalam hidup.

Kenapa Beji Indrakila Begitu Diminati?

Beji Indrakila bukan sekadar tempat suci, tapi juga menyimpan daya tarik mistis yang memikat banyak orang.

Dari mulut ke mulut, informasi mengenai khasiat tirta suci di tempat ini terus menyebar.

Bagi mereka yang percaya, air suci dari Beji Indrakila mampu memberikan kelancaran dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Apakah Anda juga penasaran untuk merasakan kekuatan spiritual dari tempat ini? *** 

Editor : I Putu Suyatra
#melukat #bali #gianyar #hindu #payangan #Beji Indrakila #melasti