BALIEXPRESS.ID - Pura Gunung Kawi di Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, menyimpan banyak misteri Hindu Bali yang memikat.
Tempat yang diyakini sebagai salah satu kediaman Raja Udayana ini tidak hanya penuh dengan pahatan unik, tetapi juga memiliki sebuah goa yang digunakan khusus untuk meditasi.
Hingga kini, jejak sejarah dan spiritualitas masih terasa kuat di setiap sudut pura ini.
Menurut Tokoh Adat Pura Gunung Kawi, I Wayan Lelos, pura ini sudah ada sejak abad XI dan menjadi tempat beryoga Raja Udayana.
Sang Raja tinggal di sini bersama istrinya, Sri Guna Priya Dharma Patni, dan ketiga putranya: Erlangga, Marakata, dan Anak Wungsu.
Cerita turun-temurun menyebutkan bahwa Erlangga kemudian kembali ke Pulau Jawa dan menjadi raja di Kediri, sementara Marakata dan Anak Wungsu tetap berada di Bali.
Uniknya, Pura Gunung Kawi tidak hanya menawarkan pesona sejarah, tetapi juga merupakan lokasi spiritual yang masih aktif.
Di sini, terdapat tiga mandala yang mencakup lima bagian pura, termasuk Candi Tebing yang megah dan candi-candi lainnya yang tersebar di sekitar Tukad Pakerisan.
Salah satu daya tarik lainnya adalah keberadaan goa-goa yang menyerupai rumah, serta pancuran yang diyakini sebagai tempat permandian raja.
Bagi yang ingin mendalami spiritualitas, Pura Gunung Kawi menjadi tempat favorit untuk meditasi dan malukat.
Jro Mangku I Ketut Wirawan, pemangku pura, menuturkan bahwa banyak pamedek (umat) yang datang, terutama menjelang Pilkada, untuk memohon berkah atau sekadar bermalam.
Tak hanya itu, ada juga aturan ketat di pura ini, seperti larangan memakai alas kaki saat memasuki goa meditasi Raja Udayana.
"Pelanggaran aturan tersebut akan dikenai sanksi upacara pembersihan," ungkapnya.
Untuk mengunjungi tempat sakral ini, perjalanan dari Denpasar memakan waktu sekitar satu jam.
Pura Gunung Kawi terletak di jalur menuju Pura Tirta Empul, Tampaksiring, dan petunjuk arah menuju pura dapat dengan mudah ditemukan.
Jika Anda ingin merasakan aura mistis dan sejarah yang kental, Pura Gunung Kawi adalah destinasi yang wajib dikunjungi.
Pemandangan alam yang asri, suasana pura yang sakral, dan cerita-cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi, semuanya siap memikat hati dan pikiran para pengunjung. ***
Editor : I Putu Suyatra