Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengapa Ada Sosok Seram di Tempat Suci Hindu Bali? Itu Disebut Karang Boma, Berikut Penjelasan Makna, Sejarah dan Alasan Penampakannya

I Putu Suyatra • Rabu, 11 September 2024 | 17:55 WIB
Karang Boma yang ada di tempat suci umat Hindu Bali memiliki makna dan tujuannya.
Karang Boma yang ada di tempat suci umat Hindu Bali memiliki makna dan tujuannya.

BALIEXPRESS.ID - Saat berkunjung ke pura atau tempat suci umat Hindu Bali, seringkali kita disambut oleh wajah seram Karang Boma yang terukir di atas pintu gerbang (Candi Kurung).

Sosok menyerupai raksasa dengan taring panjang dan mata melotot ini seolah siap memangsa apa pun di hadapannya.

Namun, ada makna mendalam di balik tampilan mengerikan ini. Apa sebenarnya peran Karang Boma di setiap pura?

Menurut Jro Mangku Gede Suyasa, Karang Boma bukan sekadar ornamen, melainkan media spiritual yang sarat dengan filosofi.

Dalam Kakawin Bhomantaka, Sang Boma adalah anak dari Dewa Wisnu dan Dewi Pertiwi, yang lahir dari kisah perseteruan antara Dewa Wisnu dan Dewa Brahma dalam mencari ujung pangkal lingga.

Ketika menjelma menjadi Babi Hutan (Waraha), Wisnu bertemu Dewi Pertiwi, dan pertemuan mereka menghasilkan Bhoma, sosok yang mengerikan namun penuh makna.

Mengapa Karang Boma Berwajah Seram?

Wajah seram Karang Boma memiliki makna filosofis sebagai simbol panglukatan, atau pembersihan spiritual bagi siapa saja yang memasuki pura.

Jro Mangku Suyasa menjelaskan bahwa Karang Boma berfungsi untuk menetralkan sifat-sifat keraksasaan dalam diri manusia, yang dikenal sebagai Sad Ripu (enam musuh dalam diri), sehingga hanya sifat-sifat kedewaan yang tersisa ketika seseorang memasuki pura.

"Selain itu, Karang Boma juga melambangkan kesejahteraan dan kesucian, dengan air sebagai manifestasi Dewa Wisnu yang menyucikan segala kekotoran," jelasnya.

Ornamen ini tidak hanya sekadar dekorasi, melainkan penjaga spiritual yang mengingatkan manusia untuk meninggalkan sifat negatif saat berada di pura.

Apa Makna Mendalam di Balik Kisah Bhoma?

Kisah kelahiran Bhoma menggambarkan pertemuan antara elemen air (Wisnu) dan bumi (Dewi Pertiwi) yang menciptakan kehidupan.

Bhoma melambangkan tumbuh-tumbuhan yang subur, sebuah simbol dari kesuburan dan kehidupan yang muncul dari pertemuan air dan tanah.

Dalam konteks ini, Karang Boma juga bisa dilihat sebagai penjaga keseimbangan alam, yang senantiasa menjaga harmoni antara manusia dan lingkungan.

Pesan Spiritual di Balik Candi Kurung

Masuk melalui Candi Kurung atau gelung kori, menurut Jro Mangku Suyasa, melambangkan penyatuan pikiran manusia dengan alam kedewaan.

Candi ini adalah simbol dari Gunung Mahameru, yang memberikan berkah kemakmuran kepada alam semesta.

Ketika kita melintasi gerbang ini, kita diingatkan untuk merenungkan hubungan kita dengan Yang Maha Kuasa dan menciptakan kesatuan spiritual.

Jangan Menunda untuk Berbuat Baik

Jro Mangku Suyasa juga menekankan bahwa setiap orang yang melihat Karang Boma di atas Candi Kurung harus sadar bahwa hidup ini terbatas oleh ruang dan waktu.

Manusia diingatkan untuk tidak menunda-nunda dalam berbuat baik, karena waktu tidak akan berhenti menunggu.

Dalam kitab Sarasamuscaya, disebutkan bahwa kehidupan manusia begitu singkat dan berharga, seperti kilat yang cepat berlalu.

Oleh karena itu, gunakanlah kesempatan hidup ini untuk menunaikan dharma dan mencapai kebahagiaan sejati.

Kesimpulan

Karang Boma bukan hanya ornamen seram, tetapi simbol kuat yang membawa pesan spiritual mendalam.

Saat kita melewati Candi Kurung dan menatap Karang Boma, kita diingatkan untuk membersihkan diri dari sifat negatif, menyatu dengan Yang Maha Kuasa, dan selalu ingat bahwa hidup ini singkat.

Jangan sia-siakan waktu untuk berbuat baik dan mencapai kedamaian spiritual. ***

Editor : I Putu Suyatra
#candi kurung #bali #Sarasamuscaya #karang boma #Brahma #Wisnu #hindu #pura #Kakawin Bhomantaka