BALIEXPRESS.ID - Pura Pucak Manik Ukir di Desa Bukit, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, salah satu tempat suci Hindu Bali, ini menyimpan banyak misteri yang membuat warga setempat dan pengunjung penasaran.
Berada di puncak sebuah bukit, pura ini tidak hanya menjadi tempat suci bagi umat Hindu Bali, tetapi juga diyakini memiliki kekuatan spiritual yang tersembunyi, mulai dari obat sakral, kulkul, hingga suara genta gaib yang sering terdengar.
Dalam satu areal di Bukit Desa ini, terdapat tiga pura: Pura Taman Sari, Pura Pucak Legauh, dan Pura Pucak Manik Ukir.
Jero Mangku I Ketut Sujendra, pemangku Pura Pucak Manik Ukir, menjelaskan asal-usul nama pura tersebut.
"Manik berarti inti, sedangkan Ukir berarti gunung. Jadi, Pura Pucak Manik Ukir adalah inti dari sebuah gunung yang ada di Desa Bukit," ujar Jero Mangku.
Pura Tempat Memohon Keselamatan dari Musibah
Keberadaan Pura Pucak Manik Ukir semakin disucikan karena sering menjadi tempat warga meminta keselamatan.
Ketika terjadi kapiambeng atau musibah di sawah dan tegalan, warga desa segera menghaturkan banten dan memohon tirta untuk menghilangkan segala mala yang menyerang.
“Biasanya, prosesi ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan biyu kukung di sawah. Warga akan datang ke pura untuk magpag toya, memohon tirta demi keselamatan sawah mereka,” tambah Jero Mangku Sujendra.
Rahasia Tiga Mandala dan Suara Genta Gaib
Pura ini terdiri dari tiga mandala yang diatur sedemikian rupa, dengan pura-pura lain yang juga diamong oleh warga desa.
Uniknya, ada sebuah wantilan yang terletak di bawah pura, dan di jaba tengah terdapat Pura Dalem Gelgel serta Pura Penataran Dalem Pamayun, yang menjadi bagian dari kompleks Pura Pucak Manik Ukir.
Dalam pelaksanaan pujawali, ada aturan khusus: upacara di Pura Pucak Manik Ukir tidak boleh dipimpin oleh seorang Sulinggih, melainkan oleh jero mangku.
Hal ini disebabkan kehadiran Brahmana Niskala yang diyakini sudah memimpin secara gaib seluruh upacara di sana.
Yang menarik, warga kerap mendengar suara genta gaib yang berasal dari arah pura. Suara ini dianggap sebagai tanda kehadiran sasuhunan yang turun ke dunia.
“Sejak kecil hingga remaja, saya sering mendengar suara genta ini, terutama saat rerahinan,” ungkap Jero Mangku Sujendra.
Suara Misterius yang Mengingatkan Warga Akan Kesakralan Bukit
Lebih lanjut, Jero Mangku Sujendra menceritakan bahwa suara genta misterius ini sering terdengar pada pukul 12 siang dari arah bukit.
Suara ini diyakini sebagai tanda agar warga menjaga kesakralan bukit tersebut dan tidak sembarangan beraktivitas di sana.
“Mungkin itu isyarat dari sasuhunan agar panjak tidak berperilaku sembarangan di sini. Perbukitan ini sangat dijaga kesuciannya,” pungkasnya.
Dengan berbagai kejadian mistis dan suara gaib yang kerap terdengar, Pura Pucak Manik Ukir tetap menjadi salah satu tempat paling sakral dan penuh misteri di Gianyar, yang membuat banyak orang penasaran akan kekuatan spiritual di balik kesunyian bukit tersebut. ***
Editor : I Putu Suyatra