Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sebuah Tradisi Unik Hindu Bali di Pura Penyaungan: Ngalungsur Babi Guling Menunggu Suara Cicak atau Tokek

I Putu Suyatra • Senin, 16 September 2024 | 03:43 WIB
Pura Penyaungan di Desa Adat Bungaya, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem
Pura Penyaungan di Desa Adat Bungaya, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem

BALIEXPRESS.ID - Pura Penyaungan di Desa Adat Bungaya, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, tidak hanya menyimpan tradisi sakral Hindu Bali seperti Nyulubang Bayi.

Ada kisah lain yang tak kalah menarik, yaitu saat upacara Usaba Dangsil berlangsung, di mana babi guling dipersembahkan dengan cara yang sangat unik.

Ritual ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kepercayaan lokal dan terus memancing rasa penasaran.

Menurut penuturan Tokoh Desa Adat Bungaya, I Gede Krisna Adi Widana, meskipun tidak ada piodalan khusus di Pura Penyaungan, setiap kali Usaba Dangsil digelar—yang merupakan upacara terbesar di desa ini—wajib dihaturkan babi guling.

Usaba Dangsil sendiri diselenggarakan setiap 10 tahun, tepatnya saat sasih karo, meski terkadang bisa lebih lama. Terakhir kali, upacara ini diadakan pada 2016.

Ritual penghaturan babi guling biasanya dilakukan pada malam hari oleh Truna Nyomanan, pemuda yang baru menek teruna (dewasa) di Desa Adat Bungaya.

Namun, yang paling menarik adalah persembahan ini hanya boleh diambil (ngalungsur) setelah terdengar suara cicak atau tokek di sekitar pura.

Sebelum suara reptil itu muncul, pantang bagi siapa pun untuk mengambil persembahan, meskipun harus menunggu berjam-jam.

"Seperti pada Usaba Dangsil tahun lalu, babi guling dihaturkan sekitar pukul 20.00, namun baru terdengar bunyi cecak sekitar pukul 22.00," ungkap Krisna.

Tidak hanya itu, Pura Penyaungan juga dikenal dengan cerita mistis yang membalut setiap ritualnya.

Sejumlah warga melaporkan pernah melihat sesosok wanita cantik di bawah jembatan kecil dekat pura, sementara suara mainan bayi sering terdengar tanpa asal yang jelas.

Uniknya, tidak semua orang bisa melihat penampakan atau mendengar suara tersebut—hanya mereka yang ‘terpilih’.

"Kami percaya, pengalaman mistis itu hanya dialami oleh orang-orang tertentu," tambah Krisna.

Selain penampakan, aroma harum yang tiba-tiba semerbak seringkali tercium di sekitar pura, menambah kesan angker pada tempat ini.

Sekitaran Pura Penyaungan juga dipenuhi pepohonan besar yang tumbuh dengan lebat.

Anehnya, tak ada satu pun warga yang berani menebang pohon-pohon ini, karena diyakini membawa dampak buruk.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi jika ditebang, tapi tak ada yang berani mencobanya," pungkas Krisna serius.

Kisah-kisah misterius dan unik dari Pura Penyaungan ini semakin menegaskan bahwa tempat ini menyimpan banyak cerita yang belum terungkap.

Akankah rahasia di balik bunyi cecak dan penampakan wanita cantik ini suatu saat terungkap? ***

Editor : I Putu Suyatra
#babi guling #bali #Pura Penyaungan #unik #Nyulubang Bayi #Usaba #hindu #karangasem #cicak #tradisi #tokek #dangsil