BALIEXPRESS.ID - Selama ini memang banyak perilaku yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, tanpa kita sadari ternyata keliru atau mungkin mendatangkan sengkala.
Rejeki tertutup, harta di tangan terbuang percuma, bahkan mungkin setiap langkah menuai petaka adalah bagian dari kesalahan perilaku sehari-hari. Salah satunya adalah kesalahan melangkahkan kaki.
Banyak yang tidak memperhatikan langkah kakinya saat berjalan. Asal bisa melangkah, tak peduli apakah kaki kanan yang bergerak lebih dulu atau kaki kiri.
Padahal langkah kaki memiliki hawa atau Chi berbeda antara kaki kiri dan kaki kanan.
Dalam konsep Chi Bali, kanan memiliki hawa positif sedangkan kiri memiliki hawa negative. Karena itu para orangtua di Bali melarang anak-anak mereka menggunakan tangan kiri untuk menerima atau memberi sesuatu kepada orang lain karena dianggap kotor atau tabu.
Padahal tujuan sebenarnya adalah untuk menghindari tersalurnya Chi negative kepada orang lain yang bisa berakibat buruk seperti menimbulkan kemarahan, kebencian bahkan mungkin sengakala.
Jangan heran, kalau Anda menunjuk dengan tangan kiri, orang-orang akan tersinggung atau mungkin marah karena tangan kiri dalam pandangan orang Indonesia adalah tangan yang digunakan untuk hal-hal yang kotor, seperti (maaf) cebok, membuang bangkai atau lainnya.
Terkecuali bagi mereka yang kidal, di mana ada kelainan energi dari kedua sisi tubuhnya. Bisa berbalik atau berimbang, sehingga tidak banyak berpengaruh.
Perumpamaan yang lebih sederhana adalah dukun santet disebut dukun berhaluan kiri sedangkan dukun pengobatan dikatakan dukun beraliran kanan.
Analogi ini merupakan kebiasaan masyarakat kita bahwa yang baik adalah yang kanan, sedangkan sifat buruk identik dengan kiri.
Tokoh spiritual muda Yudhi Suryawan menyebutkan, dalam dunia mistis dijabarkan, konsep kiri dan kanan ini dikenal dengan istilah Ida dan Pinggala, yaitu dua unsure dasar yang melekat pada tubuh manusia yaitu air (Ida) dan api (pinggala).
Api suci yang ada dalam tubuh muncul dari pinggala. Ujung api itu berada di kaki kanan. Kekuatan api suci dalam tubuh ini dapat membakar energi negative yang mendekati tubuh sehingga tubuh tidak terkena kekuatan magis negative, bermacam-macam sengakala dan penyakit.
Inilah sebagai penangkal kekuatan negative sehingga saat mengawali langkah dari rumah, harus memulai dengan langkah kaki kanan.
Dengan langkah kaki kanan, api suci akan mengikuti tubuh untuk memberantas segala bentuk bahaya yang menghadang di depan mata.
Editor : Nyoman Suarna