Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Makna Rahina Sugihan Jawa dan Sugihan Bali Menurut Lontar Sundarigama

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 18 September 2024 | 15:10 WIB
DALANG : Jero Mangku Dalang Pasek Denpasar, I Wayan Gunawan.
DALANG : Jero Mangku Dalang Pasek Denpasar, I Wayan Gunawan.

BALIEXPRESS.ID – Umat Hindu khususnya di Bali mengenal adanya hari suci Sugihan Jawa dan Sugihan Bali. Dalam Lontar Sundarigama dijelaskan Sugihan Jawa adalah pasucian Dewa Kalinggania pamrastista bhatara kabeh atau pesucian dewa yang bertepatan pada hari penyucian seluruh bhatara.

Jero Mangku Dalang Pasek Denpasar, I Wayan Gunawan, menjelaskan bahwa filosofi dari sugihan erat kaitannya dengan pembersihan.

Dimana dapat jelaskan makna dari Sugihan Jawa adalah penyucian makrokosmos atau buana agung atau alam semesta sebagai tempat kehidupan.

“Pembersihan ini secara sekala dilakukan dengan membersihkan pelinggih atau tempat-tempat suci yang digunakan sebagai tempat pemujaan,” paparnya.

Jero Mangku Wayan Gunawan juga mengatakan pembersihan bisa dilakukan dengan melakukan pecaruan ekasata di rumah masing-masing.

Bila kita tidak sempat melakukan pecaruan, maka cukup dengan bungkak nyuh gading yang dipercikkan ke semua penjuru rumah atau pekarangan kita yang sebelumnya sudah didoakan akan bisa menjadikan rumah lingkungan kita menjadi bersih.

Sudah tentu perlu juga dilengkapi canang sari dihaturkan ke hadapan pelinggih yang ada di lingkungan kita.

Diyakini pada saat Sugihan Jawa ini, para dewa akan turun diiringi dengan para luluhur untuk menerima persembahan.

“Mengetahui dari isi lontar Sundarigama, Sugihan Bali sebagai kalinggania amrestista raga tawulan. Sugihan Bali asalnya dari kata ‘Sugi’ yang artinya ‘membersikan’, sedangkan ‘Bali’ artinya ‘kekuatan di dalam diri’. Sugihan Bali itu sendiri berasal dari bahasa Sansekerta,” pungkasnya.

 Baca Juga: Hindu Mengenal Tat Twam Asi, Ternyata Ini Maknanya

Sugihan Bali adalah penyucian buana alit atau diri sendiri (mikrokosmos) sehingga bersih dari perbuatan-perbuatan yang ternoda atau pembersihan lahir dan batin.

Pembersihan dapat dilakukan dengan penglukatan, sarananya dapat menggunakan bungkak nyuh gading. Dengan adanya kesucian lahir dan batin. 

Tujuan  upacara sugian Jawa dan upacara Sugian Bali memiliki tujuan masing-masing. Upacara Sugihan Jawa laksanakan untuk membersihkan dan mensucikan segala tempat dan peralatan upacara masing-masing tempat suci sebelum merayakan sugihan bali untuk ketenangan bathin.

Untuk hari Sugihan Bali, sebagai waktu yang ditujukan untuk pembersihan Bhuana Alit, yang secara sekala yaitu dengan membersihkan badan fisik dan secara niskala dilakukan dengan melakukan yoga semadhi yang ditujukan untuk mulat sarira.

"Jadi Sugian Jawa dan Sugian Bali upacara yang tujuannya untuk mensucikan buana agung dan Buana Alit, guna ke keharmonisan alam beserta isinya," pungkas Jero Mangku Gunawan. ***

Editor : Putu Agus Adegrantika
#tradisi bali #sugihan bali #sugihan jawa