Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sasar Anak-Anak, Kemenag Gianyar Gelar Penyuluhan Melalui Seni Tari Topeng

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 19 September 2024 | 23:10 WIB
TOPENG : Penyuluhan menggunakan media seni tari topeng di Yayasan Graha Santhi Kumara, di Banjar Purnadesa, Desa Siangan, Gianyar.
TOPENG : Penyuluhan menggunakan media seni tari topeng di Yayasan Graha Santhi Kumara, di Banjar Purnadesa, Desa Siangan, Gianyar.

BALIEXPRESS.ID -  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar melalui Penyuluh Agama Hindu melaksanakan penyuluhan dengan menggunakan media seni tari topeng.

Kegiatan penyuluhan tersebut dilakukan oleh  Penyuluh Agama Hindu dengan memberikan cerita Bali dan pengertian Karma Phala kepada anak-anak di Yayasan Graha Santhi Kumara, di Banjar Purnadesa, Desa Siangan, Gianyar, Kamis (19/9).

Kepala Seksi Urusan Agama Hindu, Ida Bagus Rai Supada, seizin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Made Oka Yusa Manuaba, menjelaskan langkah ini merupakan bentuk inovasi dalam memberikan penyuluhan.

 

“Topeng ini sering digunakan dalam berbagai ritual, upacara, dan pertunjukan tari. Namun dalam penyuluhan ini merupakan tari topeng yang profan atau bersifat hiburan dalam mengisi penyuluhan kepada anak-anak,” jelas Ida Bagus Rai Supada.

Pertunjukan topeng dalam melakukan penyuluhan adalah terobosan yang baru. Sebab jika anak-anak diajak dialog tanpa menggunakan media pembantu yang lainnya, mereka dipastikan tidak akan fokus untuk mendengarkan materi. 

“Berbeda jika dibarengi dengan inovasi baru seperti menggunakan topeng, dipastikan mereka akan lebih memperhatikan dan lebih fokus,” imbuhnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Ida Bagus Rai Supada menambahkan penyuluhan tersebut lebih mengedepankan cara yang humoris. Tujuannya tidak lain agar anak-anak dapat memahami materi yang disampaikan.

Termasuk dalam penyampaian materi karma phala anak-anak  diberikan contoh yang ada di lingkungan sekitar mereka untuk memberikan pemahaman.

Sementara Penyuluh Agama Hindu yang pentas menggunakan topeng, Ida Bagus Putu Wiadnyana Manuaba, mengungkapkan penggunaan topeng dalam penyuluhan ini menciptakan suasana baru dalam menceritakan sesuatu kepada anak-anak. 

“Satua yang digunakan adalah I Lutung teken I Kekua yang di dalamnya mengandung nilai-nilai moral,  dan mitologi. Cerita ini bisa digunakan untuk mengajarkan anak-anak tentang etika, sejarah, dan budaya Bali,” pungkas Ida Bagus Wiadnyana Manuaba.  ***

 

 

Editor : Putu Agus Adegrantika
#Kementerian Agama #Seni Tari Topeng #Budaya Bali