Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Makna Penyekeban dan Penyajaan Galungan: Mengendalikan Diri dan Menghindari Pertengkaran

I Putu Mardika • Senin, 23 September 2024 | 04:50 WIB

Sarana persembahyangan seperti pisang biasanya disekeb (dimatangkan) saat jelang Galungan
Sarana persembahyangan seperti pisang biasanya disekeb (dimatangkan) saat jelang Galungan
BALIEXPRESS.ID-Rangkaian perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan cukup panjang, dimulai dari Sugihan Jawa dan Sugihan Bali, hingga berakhir dengan Buncal Balung yang berlangsung selama 35 hari.

Salah satu prosesi penting yang dijalankan umat Hindu di Bali jelang Galungan adalah Penyekeban dan Penyajaan, yang menandai turunnya Kala Tiga ke dunia untuk menggoda umat Hindu dalam melaksanakan Galungan dan Kuningan.

Hari Penyekeban jatuh pada hari Minggu (Radite Pahing) Wuku Dungulan, tiga hari sebelum Galungan. Pada hari ini, umat Hindu melakukan "Nyekeb," yaitu mematangkan buah-buahan seperti pisang atau tape sebagai persiapan menyambut Galungan.

Menurut Dr. Wayan Murniti, dosen STAHN Mpu Kuturan, Penyekeban menandakan dimulainya Wuku Dungulan, yang mengandung pesan agar umat Hindu lebih waspada.

Buah-buahan melambangkan pengendalian diri dari godaan Bhuta Galungan, karena pada saat itu Sang Bhuta Kala turun untuk menggoda iman umat.

Pada hari Penyekeban, umat Hindu harus siap menghadapi godaan yang dapat menggoyahkan keyakinan, baik dari dalam diri maupun dari luar.

Prosesi ini diiringi dengan persiapan buah-buahan dan pembuatan tape agar siap dipersembahkan saat Galungan.

Setelah Penyekeban, hari Penyajaan tiba pada Senin Pon Dunggulan.

"Umat Hindu mulai mempersiapkan sesajen dengan membuat jajanan, kacang-kacangan, saur, serundeng, dan jejahitan untuk perayaan Galungan," kata Murniti.

Penyajaan bertujuan meningkatkan konsentrasi pada hal-hal yang suci, agar umat mampu mengendalikan diri dan mengalahkan godaan Kala Tiga, serta mendapatkan perlindungan dari kekuatan negatif.

"Pada hari ini, umat Hindu juga dianjurkan untuk menghindari pertengkaran. Kesungguhan dan ketulusan dalam mempersiapkan diri untuk Galungan menjadi hal utama," sebutnya.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Bhagawadgita IX.24, yang menekankan pentingnya pengendalian diri dan fokus pada perbuatan positif demi mencapai ketentraman batin.

Baca Juga: Mengungkap Misteri Buda Kliwon Uwakan: Ritual Terakhir Rangkaian Hari Raya Galungan Umat Hindu di Bali dan Harapan Baru

"Dengan demikian, sebelum merayakan Galungan, umat harus menguasai diri dan menjaga kesucian hati agar siap melaksanakan Penampahan dan merayakan Galungan keesokan harinya," pungkasnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#hindu bali #buah buahan #penyekeban #Sang Kala Tiga #penyajaan #galungan #kuningan