BALIEXPRESS.ID - Pura Mekah di Banjar Binoh, Desa Pakraman Pohgading, Denpasar Utara, memiliki serangkaian tradisi Hindu Bali unik yang menarik perhatian.
Selain ritual sembahyang yang dilakukan menghadap ke arah barat dan pantangan menggunakan daging babi dalam sesajen, ada satu aturan lain yang cukup mengejutkan—para pangempon pura wajib menjalani sunat.
Fenomena ini diungkapkan oleh Dr. Pande Wayan Renawati, S.H, M.Si, dosen dari UHN Sugriwa Denpasar yang telah melakukan penelitian mendalam terkait Pura Mekah.
Menurutnya, pangempon pura yang belum disunat kerap mengalami gangguan di saluran kencing, mulai dari bengkak, sulit buang air kecil, hingga rasa sakit yang mengganggu.
"Hampir setiap keluarga pangempon pura mengalami masalah serupa, dan solusinya adalah sunat," ujarnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).
Pengaruh Kuat dari Leluhur Islam
Renawati menjelaskan, tradisi sunat ini tak lepas dari jejak leluhur para pangempon pura yang beragama Islam, yang berasal dari Probolinggo.
Hal ini juga memperkuat alasan mengapa sembahyang di Pura Mekah dilakukan dengan menghadap barat, arah kiblat dalam Islam.
Menurutnya, tradisi ini tak hanya bersifat fisik namun juga mencerminkan hubungan psikologis dan spiritual yang masih kuat antara pangempon pura dan leluhur mereka.
"Secara psikologis dan spiritual, mereka masih sangat terhubung dengan leluhur Islam mereka," tambahnya.
Ingin Berkunjung ke Pura Mekah? Begini Caranya
Bagi yang tertarik untuk nangkil atau bersembahyang di Pura Mekah, lokasinya cukup mudah dijangkau.
Dari pusat Kota Denpasar, hanya membutuhkan sekitar 10 menit perjalanan menuju Jalan A Yani Utara.
Setelah tiba di traffic light utara Gedung Swaka Dharma, belok kiri ke arah Jalan Ken Arok dan susuri jalan tersebut sekitar satu kilometer hingga tiba di Balai Banjar Binoh Kaja.
Dari sana, cukup tempuh jalur ke kanan sejauh 500 meter untuk sampai di jaba Pura Mekah.
Sebelum memasuki pura, disarankan untuk meminta izin terlebih dahulu kepada pangempon pura yang rumahnya berada di sebelah selatan pura, sehingga tidak menyulitkan bagi pengunjung yang datang. ***
Editor : I Putu Suyatra