BALIEXPRESS.ID – Desa Adat Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem setiap Umanis Kuningan dan Paing Kuningan rutin mementaskan tarian sakral di Pura Puseh desa setempat.
Tari tersebut adalah sakral bernama Rejang Kuning.
Tarian dan pakaian Rejang Kuning tidak jauh beda dengan rejang pada umumnya.
Di Dukuh Penaban, penari Rejang Kuning adalah remaja desa setempat, tetapi jumlahnya tidak ditentukan.
Bendesa Dukuh Penaban I Nengah Suarya menyebut, tari Rejang Kuning rutin dan harus dipentaskan saat itu.
Tarian tersebut diyakini sebagai sebuah penyambutan turunnya dewa dewi dari khayangan.
Jika tidak ditarikan, kata Suarya, belum ada dampak yang ditimbulkan.
Tarian ini sudah ada sejak zaman dahulu. Bahkan sebelum adanya desa adat tersebut. “Kalau tahunnya kami tidak tau jelas,” pungkasnya.
Editor : Nyoman Suarna