BALIEXPRESS.ID - Kulkul, alat komunikasi tradisional Bali, memang umum ditemui di setiap desa adat. Namun, ada yang istimewa di Puri Agung Klungkung: dua buah kulkul yang dipercaya sebagai lanang-istri (laki-perempuan) dan dikeramatkan.
Disebut sebagai Pajenengan Suara, kulkul ini menyimpan banyak misteri, termasuk kapan dan dari kayu apa mereka dibuat.
Dari luar, Pajenengan Suara tampak seperti kulkul biasa, tapi kisah di baliknya jauh lebih menakjubkan.
Raja Klungkung, Ida Dalem Smara Putra, mengungkapkan bahwa hingga kini tidak ada yang tahu pasti asal-usul pembuatan kulkul ini.
Bahkan kayu yang digunakan, yang diduga berasal dari kayu sila gui, juga masih jadi misteri.
"Kayunya kecil, tapi kok bisa jadi kulkul," ujarnya penuh heran.
Yang lebih mencengangkan, ukuran kulkul ini tidak pernah diukur dengan pasti. Konon, ukurannya selalu berubah-ubah saat diukur, sehingga tidak ada yang berani melakukannya.
"Yang istri ukurannya lebih kecil," tambah Ida Dalem.
Pindah Lokasi Pasca Perang Puputan Kulkul ini diyakini telah berada di Puri Agung Klungkung sejak 1964, dipindahkan dari Puri Semarajaya yang hancur saat Perang Puputan pada 1908.
Sebelumnya, kulkul tersebut sempat disimpan di Pura Dalem Kresek, sebelum akhirnya dipindahkan ke Puri Agung.
Bunyi Sendiri, Tanda Wabah atau Bencana? Kulkul keramat ini tidak bisa dibunyikan sembarangan.
Hanya pada prosesi-pretiwa besar seperti pemakaman raja, atau saat upacara Tumpek Wariga, kulkul ini disuarakan. Namun, ada kejadian luar biasa ketika kulkul ini bunyi sendiri.
Tahun 1970-an, kulkul ini terdengar berbunyi, dan dipercaya sebagai pertanda akan adanya wabah penyakit.
Benar saja, wabah yang terjadi saat itu bisa segera diatasi. Kulkul ini juga dikabarkan berbunyi sebelum Bom Bali I (2002) dan Bom Bali II (2005), meski tanda tersebut tak terbaca sebagai pertanda bencana besar.
Pada 2007, Ida Dalem sendiri mengaku mendengar bunyi kulkul ini lagi, kali ini sebelum terjadi gempa bumi di Sumatra Barat.
"Suara kulkul terdengar tengah malam, dan saya sempat khawatir akan terjadi bencana di Bali. Syukurnya, tidak," kenangnya.
Perawatan dan Rencana Rehab Bale Kulkul Meski tak ada perawatan khusus untuk Pajenengan Suara, bale kulkul tempat kulkul ini disimpan direncanakan akan direhab.
Ida Dalem memastikan bahwa perbaikan hanya akan dilakukan pada bale kulkul, tanpa mengubah bentuk fisik kulkul keramat tersebut.
Misteri Pajenengan Suara tak hanya mengundang rasa penasaran, tapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan tradisi Bali. Apakah kulkul ini benar bisa meramalkan bencana? Hanya waktu yang bisa menjawab. ***
Editor : I Putu Suyatra