Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Barong Festival, Upaya Menjaga Seni, Tradisi, dan Budaya Bali

Putu Agus Adegrantika • Senin, 30 September 2024 | 20:11 WIB
BARONG : Pembukaan APHB Barong Festival 2024 di Tampaksiring, Gianyar.
BARONG : Pembukaan APHB Barong Festival 2024 di Tampaksiring, Gianyar.

BALIEXPRESS.ID - Festival Barong adalah perayaan budaya yang diadakan di Bali, Indonesia, yang menampilkan pertunjukan tari Barong. Barong sendiri merupakan simbol kebaikan dan melambangkan pertempuran antara kebaikan dan kejahatan.

Dalam pertunjukan ini, penari mengenakan kostum yang rumit dan menari dengan iringan gamelan, menceritakan kisah-kisah mitologi dan tradisi lokal.

Seperti yang digelar oleh Aliansi Pemuda Hindu Bali (APHB) Kabupaten Gianyar, menggelar Barong Festival 2024, di Situs Budaya Objek Pura Tirta Empul, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Sabtu (28/9) lalu.

Festival ini biasanya diadakan untuk menarik wisatawan dan merayakan kebudayaan Bali, serta sering kali melibatkan ritual keagamaan. Terpentingnya adalah untuk menjaga seni, tradisi, dan budaya Bali.

Selain pertunjukan tari, festival ini juga biasanya dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seni dan budaya lainnya.

Festival Barong menjadi kesempatan untuk melestarikan tradisi dan memperkenalkan keindahan budaya Bali kepada orang-orang dari berbagai penjuru dunia.

Ketua APHB Kabupaten Gianyar, I Wayan Degus Jaya, menjelaskan dalam Festival Barong tersebut diawali dengan ngelawang.

Ngelawang adalah tradisi masyarakat Bali yang melibatkan pertunjukan seni tari dan musik khususnya gambelan, biasanya dilakukan untuk mengusir roh jahat atau sebagai bentuk persembahan.

“Kegiatan ini sering dilakukan pada saat perayaan atau upacara keagamaan, dan biasanya diiringi dengan gamelan. Tujuan ngelawang adalah untuk menyebarkan kebahagiaan, mendatangkan berkah, dan menghilangkan energi negatif dari lingkungan sekitar. Selain itu, ngelawang juga menjadi ajang untuk melestarikan seni dan budaya Bali,” jelas Degus.

Dalam prosesinya, nampak para peserta ngelawang menggunakan udeng lilit sengkoi. Yakni jenis udeng atau penutup kepala khas yang berasal dari Banjar Bayad di Bali. Ciri khas dari udeng ini adalah cara melilitnya yang khusus, biasanya menggunakan kain yang berwarna putih.

Udeng ini sering dipakai oleh pria dalam berbagai upacara adat dan acara keagamaan, dan melambangkan identitas budaya masyarakat Bali.

Lilitan yang rapi dan bentuknya yang unik menunjukkan keahlian dan perhatian terhadap tradisi. Dalam konteks Banjar Bayad, udeng lilit sengkoi memiliki nilai simbolis yang mendalam, mencerminkan kebanggaan dan warisan budaya yang dijaga oleh komunitas setempat.

Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan juga prosesi Ngeratep Barong. Prosesi ini merupakan bagian dari ritual dalam tradisi Bali yang melibatkan pertunjukan Barong, yaitu simbol kebaikan.

Dalam prosesi ini, Barong dibawa keliling desa atau area tertentu untuk membersihkan dan mengusir energi negatif, serta mendatangkan berkah.

Selama ngeratep, diiringi oleh gamelan dan kidung yang memperagakan gerakan khusus. Prosesi ini juga mencerminkan keyakinan masyarakat akan kekuatan spiritual yang ada di sekitar.  ***

 

Editor : Putu Agus Adegrantika
#Tradisi Budaya Bali #Bapang Barong #Tampaksiring Gianyar