BALIEXPRESS.ID - Bagi sebagian orang, nama Pura Taman Beji Toya Tabah mungkin sudah tidak asing lagi. Terletak di Banjar Beng Kaja, Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, Bali, salah satu tempat suci Hindu Bali ini menjadi tempat tujuan spiritual yang sering dikunjungi pamedek.
Namun, masih banyak yang belum mengetahui keunikan dan sejarah di balik keberadaan pura ini yang penuh aura magis dan misteri.
Akses Mudah dari Kota Tabanan
Jika Anda berangkat dari Kota Tabanan, Anda hanya perlu mengikuti jalan menuju Desa Tunjuk.
Sesampainya di pertigaan Desa Tunjuk, beloklah ke kiri menuju Banjar Beng Kaja, di mana Pura Taman Beji Toya Tabah berada tepat di pinggir jalan utama, meskipun posisinya agak tersembunyi di bawah.
Sejarah Misterius Pura yang Diturunkan Secara Lisan
Meski tidak ada catatan tertulis seperti purana atau babad yang mengisahkan asal-usul pura ini, menurut Jero Mangku Pura, I Wayan Sukayasa, dan Jero Mangku Istri Ni Wayan Tirtawati, sejarah pura ini diceritakan secara turun-temurun oleh leluhur mereka.
Pura ini dibangun pada zaman kerajaan sekitar tahun 1487 Masehi. Konon, raja yang berkuasa saat itu memiliki taman di wilayah Beng dan meminta leluhur Jero Mangku untuk menjaga taman tersebut.
Di wilayah taman inilah terdapat sumber mata air yang kemudian dijadikan Pura Beji, yang disebut Pura Taman Beji karena letaknya di tengah taman.
Pura yang Menjadi Tempat Malukat dan Sumber Tirta Sakral
Sejak zaman dahulu, Pura Taman Beji Toya Tabah sudah menjadi tempat malukat bagi masyarakat setempat.
Aura mistis yang menyelubungi pura ini menarik banyak pamedek untuk datang, bahkan dari berbagai penjuru Bali.
Mereka percaya bahwa tirta dari pura ini memiliki kekuatan penyembuhan dan bisa memberikan keturunan.
Salah satu keunikan dari pura ini adalah tirta Pangeleburan yang tak pernah penuh meskipun diisi kendi tanah liat, namun juga tak pernah habis.
Tirta ini digunakan untuk membersihkan diri sebelum melaksanakan persembahyangan.
Selain itu, pamedek yang hendak melukat di Toya Tabah atau Telabah kecil di sekitar pura seringkali mengalami reaksi spiritual, seperti muntah-muntah atau berteriak, saat dipercikkan tirta Pangeleburan.
Tirta Sakral untuk Berbagai Upacara Adat
Pura Taman Beji Toya Tabah juga memiliki peran penting dalam upacara adat. Masyarakat Desa Tunjuk sering tangkil ke pura ini untuk nunas tirta Pamersihan dan Pamarisudha dalam upacara Ngaben.
Tirta tersebut dipercikkan di bale tempat jenazah diletakkan untuk menyucikan dan memastikan keluarga yang ditinggalkan tidak terganggu oleh roh-roh jahat.
Selain itu, tirta pancoran solas yang diambil dari berbagai titik mata air di pura ini digunakan dalam upacara Nelubulanin atau Mlaspas.
Pancoran solas ini dipercaya sebagai perwujudan Ida Betara Wisnu dan digunakan dalam ritual Ngebejian saat Pujawali.
Pengalaman Spiritual yang Tak Terlupakan
Banyak pamedek datang dengan membawa banten Pajati, bunga warna-warni, dan klungah nyuh gading untuk melaksanakan malukat di Toya Tabah.
Dipandu oleh Jero Mangku, pamedek melakukan prosesi Mapekeling yang dilanjutkan dengan permohonan tirta Pangeleburan.
Setelah itu, pamedek bisa mandi di Toya Tabah, menyucikan diri sebelum melaksanakan sembahyang.
Misteri dan kekuatan magis dari Pura Taman Beji Toya Tabah membuat pura ini tidak hanya menjadi tempat spiritual, tetapi juga destinasi yang menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi para pamedek.
Aura yang kuat, sejarah yang penuh cerita turun-temurun, serta keberadaan tirta sakral, menjadikan pura ini salah satu tempat yang wajib dikunjungi bagi mereka yang mencari ketenangan dan kesembuhan.
Penasaran untuk merasakan pengalaman spiritual yang unik di Pura Taman Beji Toya Tabah? Pastikan Anda mengunjunginya dan rasakan langsung kekuatan magis dari pura ini! ***
Editor : I Putu Suyatra