Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Belajar dari Danau Batur, Alumni Menwa IHDN Denpasar Ayu Veronika Sabet Gelar Doktor

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 2 Oktober 2024 | 01:11 WIB
DOKTOR : Ayu Veronika Somawati (tengah) usai melaksanakan ujian terbuka promosi doktor ilmu agama di Kampus Pascasarjana, UHN Bagus Sugriwa Denpasar, Senin (30/9).
DOKTOR : Ayu Veronika Somawati (tengah) usai melaksanakan ujian terbuka promosi doktor ilmu agama di Kampus Pascasarjana, UHN Bagus Sugriwa Denpasar, Senin (30/9).

BALIEXPRESS.ID –  Kampus Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali melahirkan doktor ilmu agama, kali ini adalah alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar.

Pada Senin (30/9) kemarin, Ayu Veronika Somawati  berhasil menyabet gelar doktor ilmu agama pasca mempertahankan hasil disertasinya yang berjudul "Pemuliaan Danau Batur Dalam Kepercayaan Masyarakat Hindu di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli".

Ayu Veronika merupakan alumni Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, yang kini menjadi UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Bahkan, perempuan asal Bangli ini waktu mahasiswa ikut aktif di beberapa organisasi kampus, salah satunya di Resimen Mahasiswa (Menwa) IHDN Denpasar.

Dalam disertasinya, Ayu Veronika tertarik membedah isu mengenai lingkungan hidup. Sebab menjadi salah satu isu global yang menjadi sorotan, serta perlu dicarikan solusi bersama.

Selain itu, kualitas suatu lingkungan juga akan berpengaruh pada kualitas hidup manusia secara langsung, sehingga permasalahan lingkungan selalu menjadi isu strategis dan penting untuk menjadi perhatian bersama.

Manusia harus memperhatikan pemenuhan kebutuhan hidupnya dengan ketersediaan di alam untuk menghindari adanya eksploitasi alam untuk menghindari adanya disharmonisasi.

“Salah satu aspek alam yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia adalah keberadaan danau,” jelas Vero yang merupakan dosen di STAHN Mpu Kuturan Singaraja ini.

Diungkapkan juga fungsi strategis danau mulai penyedia air bersih, sumber air untuk areal persawahan atau irigasi, sebagai pengendali banjir, sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air dan lain sebagainya.

Termasuk sejumlah aliran sungai, misalnya sungai-sungai yang masuk dalam Sub Wilayah Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (SWP DAS) Oos Jinah dan Balingkang Anyar berhulu ke Kaldera Batur.

“Hal ini dikarenakan danau memiliki fungsi strategis dalam kehidupan manusia, juga merupakan kawasan suci yang harus dilindungi baik oleh pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat,” tegas Vero.

Adapun permasalahan ekosistem Danau Batur antara lain, Kerusakan Daerah Tangkapan Air (DTA) yang disebabkan oleh illegal loging serta erosi yang terjadi pada DTA.

Baca Juga: Kampanye Terbuka di Tanah Kelahiran, Koster Disambut Riuh, Warga Tejakula Janji Tak Golput dan Kenang Bedah Rumah

Kerusakan sempadan yang disebabkan oleh pesatnya pembangunan dan pemukiman penduduk, okupasi lahan oleh masyarakat, kegiatan pertanian yang mencapai bibir danau serta penggunaan pestisida yang berlebihan.

Agama Hindu melalui ajaran dan nilai filosofisnya juga mengajarkan bahwa manusia yang ideal adalah manusia yang mampu menjaga keharmonisan kelestarian alam. 

Sehingga berdasarkan hal tersebut, ia tertarik dengan mengambil judul disertasi “Pemuliaan Danau Batur dalam Kepercayaan Masyarakat Hindu di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli” yang mengantarkan diirnya meraih gelar doktor ilmu agama di UHN Bagus Sugriwa Denpasar. ***

 

Editor : Putu Agus Adegrantika
#Danu Batur #UHN Gusti Bagus Sugriwa #Menwa