BALIEXPRESS.ID - Setiap pura atau kawasan suci Hindu Bali kerap diyakini memiliki sosok penjaga gaib yang disebut duwe.
Hal ini tak terkecuali di Pura Beji Toya Tabah, Banjar Beng Kaja, Tunjuk, Tabanan, yang dipercaya dijaga oleh sosok gaib berupa ular hitam misterius.
Kehadiran ular ini bukan hanya sekadar mitos, tetapi diyakini sebagai wujud nyata dari kekuatan gaib yang melindungi pura.
Menurut Jero Mangku Pura Taman Beji Toya Tabah, I Wayan Sukayasa, ular hitam ini sering muncul di hari-hari tertentu, terutama pada rahinan atau hari suci.
Penampakan ular hitam tersebut biasanya terlihat di telabah, area sumber air suci yang berada di jaba pura atau halaman luar pura.
Jero Mangku menyebutnya sebagai "lelipi sampi", yang terkadang terlihat saling melilit dengan sesamanya seperti belut dalam baskom.
Namun, keanehan terjadi saat ular-ular ini tiba-tiba menghilang tanpa jejak, menimbulkan pertanyaan bagi siapa saja yang menyaksikannya.
"Ular itu hilang satu per satu entah ke mana," ungkap Jero Mangku.
Keyakinan bahwa ular tersebut merupakan duwe semakin kuat ketika seorang pamedek yang sedang melakukan semedi di Pura Beji Toya Tabah mendapatkan sebuah pica berupa arca.
Namun, tak lama setelah pamedek tersebut membawa pulang arca, hal yang mengejutkan terjadi.
Istrinya bermimpi didatangi oleh banyak ular hitam yang mengerikan, diyakini sebagai duwe pura.
Mimpi tersebut menimbulkan rasa takut yang mendalam, sehingga arca tersebut akhirnya dikembalikan ke pura dan dilakukan upacara penyucian oleh Ida Pedanda.
Sejak saat itu, arca tersebut disimpan di pura dengan penghormatan khusus.
Pura Taman Beji Toya Tabah sendiri diempon oleh 13 kepala keluarga di Banjar Beng Kaja, namun setiap kali pujawali yang jatuh pada Wraspati Paing Wuku Dukut, pamedek dari berbagai daerah di Bali datang berbondong-bondong untuk tangkil ke pura ini.
Tak sedikit yang datang untuk menghaturkan sesangi atau kaul sebagai bentuk syukur atas kesembuhan atau terkabulnya permohonan mereka.
Di areal utama pura, terdapat tiga palinggih yang memiliki makna mendalam.
Palinggih sebelah timur adalah tempat pemujaan Gunung Agung, palinggih tengah adalah tempat bersemayamnya Ida Betara Taman Beji, perwujudan Dewa Wisnu, sedangkan paling barat merupakan palinggih Ida Ratu Nyoman Sakti Pengadangan.
Kisah tentang ular hitam ini menambah aura mistis Pura Beji Toya Tabah, menjadikannya bukan hanya tempat peribadatan, tetapi juga pusat kekuatan spiritual yang menyimpan banyak misteri.
Apakah ular hitam itu benar-benar duwe atau sekadar fenomena alam, tetap menjadi tanda tanya yang mengundang rasa penasaran.
Bagaimana kisah ini berkembang dan apa lagi misteri yang tersimpan di balik dinding suci pura ini?
Para pamedek dan masyarakat setempat terus menjaga keyakinan mereka, bahwa sosok gaib seperti ular hitam tersebut adalah penjaga kesucian pura, memastikan keseimbangan spiritual tetap terjaga. ***
Editor : I Putu Suyatra