Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TERNYATA! Nama Desa Legian Berasal dari Buah Cermai, Terkait Sejarah Perjalanan Ki Bendesa Mas dan Putra Raja Pemecutan: Begini Kisahnya

Nyoman Suarna • Kamis, 3 Oktober 2024 | 00:56 WIB
LEGIAN: Asal-usul Desa Legian terkait dengan jejak sejarah Ki Bendesa Mas dan Putra Raja Pemecutan yang terinspirasi dari sara buah cermai.
LEGIAN: Asal-usul Desa Legian terkait dengan jejak sejarah Ki Bendesa Mas dan Putra Raja Pemecutan yang terinspirasi dari sara buah cermai.

BALIEXPRESS.ID – Desa Legian, Kecamatan Kuta, Badung pada zaman kerajaan merupakan wilayah kekuasan Raja Pemecutan,  Denpasar.

Sejarah berdirinya desa yang kini menjadi kawasan pariwisata tersebut tak dari peran Ki Bendesa Mas dari Desa Kerobokan.

Dikutif dari http://sejarah-puri-pemecutan.blogspot.com, sejarah Desa Legian bermula dari kisah Ki Bendesa Wayahan Mas di Desa Kerobokan mempunyai seorang putra yang bernama Ki Bendesa Mas.

Ki Bendesa Mas  meninggalkan Desa Kerobokan untuk mencari tempat tinggal baru karena ingin hidup mandiri terpisah dari orang tuanya.

Diiringi 40 orang pengiring, Ki Bendesa Mas berjalan menuju ke arah selatan.

Di tengah perjalanan mereka menemukan pohon cermai sehingga memutuskan untuk beristirahat sambil makan siang.

Setelah itu mereka memetik buah cermai. Karena rasanya asam manis, maka daerah itu kemudian dinamakan Karang Manisan.

Ditempat itulah Ki Bendesa Mas dan pengiringnya mendirikan perumahan yang baru dengan merabas hutan yang banyak ditumbuhi oleh pohon bandil berduri.

Setelah menjadi pemukiman, di bawah kepemimpinan Ki Bendesa Mas wilayah tersebut menjadi makmur.

Namun keamanan wilayah tersebut terganggu dengan memburuknya hubungan kerajaan Badung dengan Kerajaan Mengwi.

Sering terjadi pelanggaran batas wilayah oleh warga Mengwi ke wilayah Badung karena Pura Ulun Suwi di Desa Jimbaran merupakan milik leluhur Kerajaan Mengwi pada jaman pemerintahan Kyai Agung Maruti.

Pura itu merupakan peninggalan Kyai Agung Maruti setelah melarikan diri dari Kerajaan Gelgel ke Desa Jimbaran.

Ketidaknyamanan tersebut membuat Ki Bendesa Mas melapor Ida Bhatara Sakti Raja Pemecutan III di Puri Agung Pemecutan.

Ki Bendesa Mas memohon agar salah satu Putra Raja Pemecutan ditempatkan di wilayah itu untuk menjamin keamanan.

Ida Bhatara Sakti kemudian memerintahkan salah satu putranya bernama Kiyai Lanang Munang untuk membuat perumahan di tempat tersebut.

Kiyai Lang Munang diiringi Ki Gde Bandem warga Dalem Tarukan, Warga Pasek Gelgel dari Alangkajeng dan Warga Pasek Gelgel dari Desa Pedungan.

Kiyai Lanang Munang membangun puri bernama Jero Legian dan mengganti namanya menjadi Kiyai Lanang Legian.

Legian asal kata dari legi yang artinya manis. Maka sejak saat itu Karang Kemanisan diubah menjadi Desa Legian.

Semenjak Kiyai Lanang Legian bersama para pengawalnya berada di daerah itu, Desa Legian menjadi aman.

Desa Legian merupakan dataran yang rendah sehingga pada waktu musim hujan sering terjadi banjir sehingga Lanang Legian selalu berhalangan hadir di Puri Pemecutan pada saat Pujawali di Pri Agung Pemecutan.

Oleh karena itu beliau kemudian membangun tempat pemujaan sendiri bernama Pura Agung untuk memuja leluhurnya yang ada di Pemerajan Agung Puri Pemecutan.

Editor : Nyoman Suarna
#legian #MAS #bendesa #sejarah #desa #cermai #Pemecutan #raja