Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Desa Darmasaba: Ungkap Kisah Pengusiran Ida Pedanda Sakti Manuaba dari Tegallalang hingga Terbentuknya sejumlah Banjar di Badung

Nyoman Suarna • Minggu, 6 Oktober 2024 | 23:14 WIB
JEJAK: Desa Darmasaba merupakan jejak sejarah Ida Pedanda Sakti Manuaba, salah satu cucu Dang Hyang Nirarta yang mengungsi ke wilayah Badung dari Tegallalang Gianyar.
JEJAK: Desa Darmasaba merupakan jejak sejarah Ida Pedanda Sakti Manuaba, salah satu cucu Dang Hyang Nirarta yang mengungsi ke wilayah Badung dari Tegallalang Gianyar.

BALIEXPRESS.ID - Desa Darmasaba yang terletak wilayah Kabupaten Badung, Bali, memiliki sejarah panjang yang tertuang dalam Lontar Usada Bali, salah satu naskah kuno yang memuat pengetahuan leluhur Bali.

Dilansir dari darmasaba.desa.id, nama "Darmasaba" memiliki keterkaitan erat dengan keturunan seorang tokoh spiritual besar dari Jawa Timur, Dang Hyang Nirarta.

Dang Hyang Nirarta, yang juga dikenal sebagai seorang kawi-wiku (pujangga dan pendeta), memiliki cucu bernama Ida Pedanda Sakti Manuaba.

Menurut kisah dalam lontar, Ida Pedanda Sakti Manuaba, yang awalnya tinggal di Desa Kendran, Tegalalang, Gianyar, memutuskan untuk meninggalkan desanya.

Hal ini disebabkan karena ia merasa kurang disenangi oleh ayahnya.

Bersama dengan dua pengiring setianya, Ida Pedanda memulai perjalanan pengembaraan spiritual.

Dalam pengembaraannya, ia tiba di Pura Sarin Buana yang terletak di kawasan Jimbaran, Bali.

Saat mengadakan semedi di tempat ini sang pendeta melihat sinar yang sangat jauh di utara.

Timbul keinginan Ida Pedanda Manuaba untuk mengunjungi tempat itu.

Sampailah sang Pedanda di pura Batan Bila Peguyangan. Di tempat ini Ida Pedanda Manuaba singgah menghadap Ida Pedanda Budha yang tinggal di sana.

Selanjutnya, kedua pendeta bersama-sama menuju arah utara dan singgah di Taman Cang Ana, sebuah taman milik Arya Lanang Blusung.

Baca Juga: Cawabup Tabanan, Hadiri Persembahyangan Pujawali di Pura Dalem Tampih Kanginan

Di tempat ini kedua pendeta bersama-sama melaksanakan semedi dan menetap untuk sementara waktu.

Kedatangan kedua pendeta ini didengar Bendesa Aban, yang kemudian menghadap ke kedua pendeta. Karena tidak berani menghadap langsung, Bendesa Aban hanya memperhatikan dari kejauhan secara seksama.

Dalam bahasa Bali, memperhatikan dari kejauhan disebut ninjo. Setelah menjadi pemukiman penduduk, tempat tersebut disebut Banjar Peninjoan

Setelah mendapat petunjuk barulah Bendesa Aban menghadap kepada dua pendeta tersebut.

Setelah bertemu dengan Bendesa Aban, Ida Pedanda Manuaba dan Ida Pedanda Budha kembali melanjutkan perjalanan.

Kedua pendeta tersebut kembali bertemu dengan seorang bendesa. Tempat ini sekarang di beri nama Banjar Menesa.

Melalui Bendesa di Menesa,  Ida Pedanda mengetahui kalau sumber cahaya yang dilihat dari Jimbaran ternyata berasal dari sebuah pura yang kemudian disebut Pura Hyang Api yang kini terletak di wilayah Banjar Menesa.

Kedua pendeta serta sang bendesa kemudian mengadakan pertemuan di Pura Budha Manis, sebuah pura yang dibangun oleh Kebo Iwa.

Tempat pertemuan tersebut kemudian disebut Darmasaba, yang berasal dari istilah darma yang berarti kesucian dan saba yang bermakna pertemuan.

Dengan kata lain, di wilayah yang kini disebut Banjar Darmasaba, dua pendeta pernah mengadakan pertemuan penting untuk membicarakan kedharman.

Terkait dengan Bendesa Aban, usai pertemuan dia pamit pulang kepada para pendeta tersebut.

Karena hari sudah sore, Bendesa Aban mempercepat jalanannya, yang kemudian dalam bahasa Bali disebut Nguncabang.

Setelah menjadi desa, tempat tersebut beri nama Banjar Cabe.

Berselang beberapa lama, Desa Aban yang dipimpin Bendesa Aban diserang semut sehingga sebagian penduduk yang tinggal di daerah perkebunan memilih mengungsi ke sebelah selatan Desa Aban.

Daerah baru itu kemudian diberi nama Tegal, yang kini menjadi Banjar Tegal, Darmasaba.

Editor : Nyoman Suarna
#darmasaba #ida pendanda sakti manuaba #Banjar #sejarah #tegallalang #desa #badung