BALIEXPRESS.ID – Di Banjar Kukuh Kelod, Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali, tersembunyi sebuah sumber mata air penuh misteri yang dikenal sebagai Beji Bulakan Telepus.
Sumber mata air ini tak hanya memancarkan air yang jernih di tengah aliran sungai, tetapi juga dipercaya memiliki kekuatan magis yang berasal dari legenda Patih Kebo Iwa, seorang tokoh sakti Bali dari masa lampau.
Keberadaan yang Dikenal Sejak Dahulu
Meski keberadaan Beji Bulakan Telepus sudah lama diketahui oleh warga Banjar Kukuh Kelod, belakangan ini banyak orang dari luar desa hingga luar Tabanan mulai menaruh perhatian terhadap tempat ini.
Keyakinan akan kekuatan magis Beji semakin kuat, terutama di kalangan mereka yang percaya bahwa air dari sumber ini memiliki kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit.
Menurut cerita turun-temurun, sumber mata air ini diyakini muncul setelah Patih Kebo Iwa menancapkan jari telunjuknya ke sungai tersebut.
Lokasi yang Tersembunyi dan Penuh Keunikan
Beji Bulakan Telepus terletak di Sungai Yeh Abe dan agak tersembunyi dari jalan utama.
Untuk mencapainya, pengunjung dari Denpasar hanya perlu mengikuti arah menuju SMAN 1 Kerambitan.
Di dekat sekolah tersebut, mereka dapat menemukan gang kecil bernama Gang Telepus yang hanya bisa dilalui oleh sepeda motor. Di ujung gang itulah jalan menuju Beji Bulakan Telepus berada.
Menurut Komang Arya Darmawan, Tokoh Banjar Kukuh Kelod, tidak ada yang tahu pasti kapan Beji Bulakan Telepus pertama kali muncul. Bahkan para tetua di desa sudah menemukan sumber mata air ini sejak mereka masih kecil.
"Beji ini sudah ada sejak lama, bahkan para tetua kami pun tidak tahu persis asal-usulnya," ungkapnya.
Keajaiban Sumber Mata Air yang Selalu Jernih
Salah satu keunikan Beji Bulakan Telepus adalah airnya yang selalu bening meskipun berada di aliran sungai yang kadang keruh. Air dari sumber ini tidak pernah tercampur dengan air sungai, dan bisa langsung diminum oleh siapa saja yang nunas (memohon).
"Walaupun air sungai keruh, air dari Beji ini tetap bening. Perbedaannya jelas terlihat," lanjut Darmawan.
Kedalaman sumber air ini diperkirakan sekitar 160 sentimeter. Pada suatu waktu, masyarakat setempat pernah membersihkan sumur dari lumpur, dan salah satu warga bahkan masuk ke dalamnya untuk melakukan pembersihan.
Tempat Nunas Tirta untuk Pengobatan dan Upacara Adat
Air dari Beji Bulakan Telepus dipercaya memiliki khasiat luar biasa. Banyak masyarakat lokal dan luar Tabanan yang datang untuk nunas tirta (meminta air suci) guna pengobatan.
Khususnya bagi ibu menyusui, air dari Beji ini diyakini mampu melancarkan produksi ASI.
"Ada yang datang karena mendapatkan pawisik (petunjuk) untuk nunas tirta di sini. Mereka percaya air ini bisa membantu penyembuhan," ujar Darmawan.
Bagi warga Banjar Kukuh Kelod dan sekitarnya, Beji Bulakan Telepus juga memiliki peran penting dalam setiap upacara adat.
Mereka percaya, tanpa air dari Beji ini, upacara Yadnya seperti Ngaben, Pawiwahan, hingga Piodalan tidak akan berjalan lancar.
"Setiap upacara Yadnya, warga pasti nunas Pakuluh Ida di Beji Bulakan Telepus agar acaranya berjalan lancar tanpa hambatan," jelasnya.
Cara Memohon Tirta di Beji Bulakan Telepus
Tidak ada pemangku khusus yang menjaga Beji ini, sehingga warga yang ingin nunas tirta bisa melakukannya sendiri.
Namun, sebelum mengambil air suci, mereka harus terlebih dahulu menghaturkan banten (sesajen) berupa canang atau pajati di Palinggih Beji Bulakan Telepus yang terletak di pinggir sungai.
"Tidak perlu Jero Mangku, warga bisa langsung nunas tirta setelah menghaturkan banten," tambah Darmawan.
Keberadaan Beji Bulakan Telepus memang masih menyimpan banyak misteri, namun satu hal yang pasti, tempat ini terus menarik perhatian tidak hanya warga lokal, tetapi juga orang-orang dari berbagai daerah.
Keajaiban sumber air yang tetap jernih di tengah aliran sungai yang keruh serta kekuatan magis yang diyakini ada di dalamnya membuat Beji ini menjadi salah satu tempat yang selalu dikunjungi mereka yang mencari penyembuhan dan keselamatan dalam setiap upacara adat. ***
Editor : I Putu Suyatra